RSS

PERCAKAPAN KESEPULUH VIBHUTI YOGA (Bhagavad Gita Bab X)

30 Jan

Bhagavad Gita

Bab X -VIBHUTI YOGA

Selanjutnya dalam Bab kesepuluh Krisna menguraikan manisfestasi Brahman dalam berbagai wujud, sebagai sumber segala-galanya. Mengetahwi adalah mengetahwi semua

Arjuna mempelajari dan mengakui nilai positif dan kebesaran Brahman, bahwasanya Brahman tak terlahirkan, tanpa asal mula, penguasa tertinggi, asal ada, segala tumbuh daripada-Nya, pensuci tertinggi dan dewata pertama.

Arjuna ingin mengetahui manisfestasi Brahman, dan ia bertanya tentang ini dan keagungan yoga Brahman, Krisna menjawab bahwasanya Wujud Brahman adalah jiwa yang terdiam dalam hati semua insani, permulaan + pertengahan + pengahabisan dari semua.

Kemudia Krisna menjelaskan berbagai manisfestasi Brahman dalam alam kosmos, dalam planet dalam kitab suci, dari diri devata, dalam manusia, dalam huruf, dalam binatang, dalam tumbuh-tumbuhan, dalam benda, dalam sifat, dalam pengetahuan dan dalam berbagai hal.

(1) sribhagavan uvacha: bhuya ava mahabaho,srinu me paranam vachah,yat te ‘ham priyamanaya,vakhyami hitakamyaya.artinya :

Sri Bagawan berkata : Selanjutlah dengarkanlah, wahai Mahabahu,Kata-kata-Ku yang termulia ini, demi,Untuk mengahrapkan kebahagian bagimu,Hendak Ku-uraikan padamu, engkau yang kukasihi.

(Mahabahu = Arjuna) dalam bab ke-X terdahulu. Arjuna telah menunjukkan pengertian yang sebaik-baiknya kepada uraian Krisna, yang mendorong Sri Bagawan melanjutkan penjelasannya tentang Brahman sebagai sumber segalanya. Dan untuk mengetahuinya, Arjuna harus mengetahui segalanya!

“Engkau yang kukasihi” (priyamananya) demikian panggilan Krisna kepada Arjuna, sebagai suatu pernyataan betapa Krisna dengan sepenuh jiwanya ingin menolong Arjuna untuk mencapai kebenaran tertinggi.

(2) na me viduh suraganah, prabhavam na maharshayah, aham adir hi devanam, maharshinam cha sarvasah. artinya :

baik para dewata maupun rsi agung,tidak mengenal asal-mula-Ku,sebab dalam segala hal Aku,adalah sumber para dewata dan rsi agung.

perkataan rel berarti : pendita penyair yang mendapat ilham, dan perkataan prabhawa berarti : asal-mula.

(3) yo mam ajam anadim cha,vetti lokamabesvaram,asammudhah sa martyeshu, sarvapapaih pramuchyate. artinya :

dia yang mengetahui Aku tak-terlahirkan,tapa permulaan, Penguasa perkasa,seluruh dunia ialah diantara manusia,tak bingung dan terhindar dari segala dosa.

walaupun Brahman tidak terlahirkan dan tidak mempunyai permulaan, namun Brahman memiliki prabhawa, yaitu asal mula yang juga berrati kewibawaan yang tertinggi.

(4) buddhir jnanam asammohah,kshama satyam damah samah,sukham dumkham bhavo ;bhavo,bhayam cha ‘bhayam eva cha.artinya :

budi pekerti, ilmu-pengetahuan, kesadran,kesabaran, kebenaran, kemawasan,ketenangan, kesukaan, kedukaan, kelahiran, kematian, ketakutan, keberanian.

(5) ahimsa samata tubtis,tapo danam yaso ‘yasah,bhavanti bhava bhutanam,matta eva prithagvidhah.artinya :

tanpa-kekerasan, keseimbangan jiwa, kepuasan,keprihatinan, kemurahan-hati, kemasyuran,
dan kecemaran-karakteristik mahkluk semua,ini datangnya dari Aku belaka.

kalau dalam sloka VII.4. brahman dilihat dari segi unsur alam yang lebih rendah, maka dalam kedua sloka diatas ini Brahman dilihat dari penomena yang lebih tinggi. Dan karakteristik yang dilukiskan diatas ini walaupun kepunyaan mahkluk, namun datangnya dari Brahman juga. Ini disebabkan oleh adanya phala karma dimasa-masa yang silam, dimana setiap mahkluk menerima dan memikul segala akibatnya sesuai dengan perbuatan masing-masing. Tetapi bagi mereka yang mengetahui Brahman, segala karakteristik ini lenyap, segala dosa hapus, jiwa mereka menemui kelepasan abadi.

(6) maharshayah sapta purve,chatvaro manavas tatha,madhava manasa jata,yesham loka imah prajah.artinya :

Ketujuh Rsi, keempat orang jaman dahulu,dan para Manu juga menurut sifat-Ku, lahir dari pikiran-Ku, dan dari mereka, manusia berkembang-biak didunia.

Ketujuh Rsi yang dimaksud adalah : Marichi, Angiras, Atri, Pulastya, Pulaha, Kratu dan Vasishtha. Keempat orang dijaman purba ialah : Narada, Asita, Devala dan Vyasa. Para manu yang dimaksud yaitu empat belas : Swayambhumanu, Swarocisa, Auttami, Tamasa, Raiwata, Caksusa, Wiwaswat/Wiwasta (Menurut Matsaya Purana Manu yg sekarang diperkirakan mulai 3100 SM berakhir tahun 2000 M), Sawarni, Daksasawarni, Brahmasawarni, Dharmasawarni, Rudrasawarni, Rancyandewasawarni, Indrawawarni.

Jarak waktu diantara kelahiran dua orang manu disebut manvantara (manu + antara), yang diartikan sebagai satu periode bangsa manusia dimana setiap munculnya seorang manu muncul pulalah bangsa manusia. Manu sebagai manusia pertama, adalah pencipta dan penegak hukum dan undang-undang kehidupan manusia (lihat pula sloka IV.1)

(7) etam vibhutim yogam cha,mama yo vctti tattvatah,so ‘vikampena yogena,yujyate na ‘tra samsayah.artinya :

dia yang benar-benar mengetahui yoga ,dan Keagungan-Ku ini akan memiliki,keseimbangan jiwa dengan keteguhan yoga,hal ini tidak usah diragukan lagi.

perkataan vibhuti berarti : nilai istimewa, keagungan. Mereka yang mengetahui Yoga dan Keagungan Brahman memiliki juga kekuatan dan budi pekerti yoga, dengan yoga mana mereka mengambil bagian aktif dalam melaksanakan ajaran-ajaran Rasul Brahman.

(8) aham sarvasya prabhavo,mattah sarvam pravartate,iti matva bhajante mam,budha bhavasamanvitah.artinya :

Aku ini adalah asal-mula segala,Dari Aku segala sesuatu tumbuh pertama,Mengetahui ini orang bijaksana memuja-Ku,Dengan rasa sadar sepenuh kalbu.

mulai dengan sloka ini Krisna menyatakan diri-Nya bahwa ia adalah Isvara, Tuhan Yang Maha Esa, yang merupakan materi kehadiran dunia ini.

(9) machchitta madgataprana,bidhayantah parasparam,kathayantas cha mam nityam, tushyanti cha ramanti cha.artinya :

pikiran mereka terpaku pada-Ku,seluruh hidup mereka serahkan pada-Ku,saling memberi penerangan dan membicarakan Aku, mereka merasa puas dan bahagia pada-Ku.

dengan jalan menyerahkan seluruh hidup kepada Brahman (seperti telah dijelaskan oleh Krisna dalam sloka IX.34) orang dapat mencapai kepuasan dan bersama Brahman. Adapun kepuasan dan kebagian yang dimaksudkan dalam sloka ini adalah apabila semua kahausan akan hawa nafsu dan keinginan pribadi telah lenyap.

(10) tesham satatayuktanam,bhajatam pritipurvakam,dadami buddhiyogam tam,yena mam upayanti te.artinya :

kepada mereka yang terus-menerus mengabdi,dan memuja Aku dengan kasih sayang,Aku anugerahkan yoga budipekerti,Dengan ini kepada-Ku mereka datang.

Kasih-sayang diantara Brahman dan mereka mengabdi-Nya dan yoga budipekerti yang mereka terima dari Brahman melahirkan kekuatan pengertian yang mengahncurkan segala ketidaktahuan dan kegelapan yang selama ini menyelubungi jiwa mereka.
(11) arjuna uvacha:

param brahma param dharma,pavitram paraman bhavan,purusham sassvatam divyam,adidevam ajam vibhum.artinya :

arjuna berkata: Engkau adalah Brahman, Yang Maha Tinggi,Tatha Tertinggi, Pensuci Tertinggi, Manusia Suci,Kekal-Abadi, Dewata pertama dari semua dewata,Tak-terlahirkan, Maha Kuasa meliputi segala.

(12) ahus tvam rishayah sarve,devarshir naradas tatha,asito devalo vyasah,svayam chai ‘va bravishi me.artinya :

semua rsi mengatakan tentang engkau begini,demikian juga Rsi-Sakti Narada,Asita, Dewala serta Vyasa, dan kini,Engkau sendiri berkata kepadaku pula.

Arjuna menerima vibhuti (keagungan dan nilai istimewa). Krisna sebagai Rasul Brahman, dan mengekui kebenaran apa yang telah diuraikan oleh Krisna kepadanya. Rahasia budipekrti tertinggi telah terungkapkan baginya dan arjuna kini tidak merasa bimbang ragu lagi, percakapannya dengan Krisna telah memberi pengertian kepadanya tentang priunsip-prinsip Brahman, namun demikian, Arjuna masih membutuhkan penjelasan-penjelasan mengenai pelaksanan ilmu-pengetahuan dan yoga budipekerti dalam kehidupan sehari-hari.

(13) sarvam etad ritam manye,yam mam vadasi kesava,na hi te bhagavan vyaktim,vidur deva na danavah.artinya :

aku percaya akan segala kebenaran,yang Engkau katakan kepadaku, oh kesawa,tetapi tidak para dewapun tidak raksasa,mengetahui manisfestasi-Mu, oh Bagawan.

(15) svayam eva ‘tmana ‘tmanam,vettha tvam purushottama,bhutabhavana bhutesa,devadeva jagatpate.artinya :

benarlah engkau sendiri mengetahui,diri-Mu sendiri demgam Atman sendiri,oh Manusia Utama, sumberr segala insani,Tuhan segala mahkluk segala dewata dunia ini.

(16) vaktum arhasy aseshena,divya hy atmavibhutayah,yabhir vibhutibhir lokan,imams tvam vyapya tishthasi.artinya :

terangkanlah dengan sesungguhnya kepadaku,tanpa tedeng aling-aling manisfestasi suci-Mu,Engkau, dengan manisfestasi suci-Mu ini,Meliputi seluruh alam semesta ini.

(Purushottama = purusha + utama = manusia utama = Krisna) perkataan vibhutayah berarti : manisfestasi. Walaupun dalam Bab-bab terdahulu arjuna telah mendengar uraian tentang Brahman panjang lebar, namun dengan penuh enthusiasme ia masih bertanya kepada Krisna, Gurunya. iA mengharapkan agar krisna menerangkan segala-galanya tanpa tendeng aling-aling, tanpa ada yang ketinggalan (aseshena)

(17) katham vidyam aham yogim,stvam sada pearichintayan,keshu-keshu cha bhaveshu,chintyo ‘si bhagavan maya.artinya :

betapakah aku dapat mengetahui Engkau,apakah dengan meditasi konstan, oh Mahayogi?
Dalam berbagai aspek yang manakah Engkau,Hendaknya aku renungkan, wahai bagawan.

Untuk dapat menyatukan pikiran orang harus memusatkan perhatian keoada sesuatu objek tertentu. Inilah langkah pertama yang harus dillakukan oleh seseorang yang hendak menempuh jalan yoga. Sebagai Rasul Brahman, Krisna memiliki yogamaya, keagungan dan nilai-nilai dalam kesempurnaannya, sudah selaknya dapat julukan dari Arjuna sebagai Mahyogi (Yogi Yang Tertinggi) atau Yogeswara (yogi +Iswara = Tuhannya yogi). Dengan maksud mencapai tujuan yang sebaik-baiknyalah Arjuna bertanya tentang aspek Brahman yang harus direnungkan dalam meditasi. (Mahayogi = Yogeswara = bagawan = krisna).

(18) vistarena ‘tmano yogam,vibhutim cha janardana,bhuyah kathaya triphir bi,srinvato na ‘sti me ‘mritam.artinya :

uraikan lagi selengkapnya kepadaku,oh Janardana, tentang keagungan dan yoga-Mu,sebab telingaku tak jemu-jemu mendengarkan,ajaran-Mu bagaikan madu sejuk menghidupkan.

(Jnardana=Krisna). Dalam tujuh sloka tersebut diatas (sloka 12 sampai dengan sloka 18) arjuna memajukan pertanyaan atas keyakinannya terhadap ajaran-ajaran Krisna, dimana Arjuna mengahrapkan mansifestasi objektif Brahman dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan yoga dan budipekrti.

(19) sribhagavan uvacha: hanta te kathyayisyami,divya hy atmavibhutayah,pradhanyatah kurussreshtha,na sty anto vistarasya me,artinya :

Sri Bagawan berkata: Baiklah, hendak Ku-nyatakan kepadamu,Wujud suci-Ku, tetapi terutama hanya ,ari yang penting-penting saja, oh Kurusetra,Sebab tak habis-habisnya perincian-wujud-Ku.

Perkataan kurusetra berarti : purta terbaik dari keturunan bangsa Kuru, jadi Arjuna dipandang putra yang terbaik dari seluruh keturunan bangsa kuru.

Krisna menjelaskan wujud atau manisfestasi Brahman yang penting-penting saja menurut tingkatan yang paling tinggi seterusnya kebawah

(20) aham atma gudakesa,sarva bhutasaya sthitah,aham adis cha madhyam cha,bhutanam anta eva cha.artinya :

Aku adalah jiwa yang terdiam dalam hati,Segala insani wahai Gudakesa,Aku adalah permulaan, pertengahan,Dan penghabisan dari mahkluk semua.

Didalam menguraikan segala sesuatunya tentang Brahman dan manisfestasi-Nya, Bhagavadgita memperlakukan kosmologi sama dan berbarengan, tidak secara terpisah-pisah. Hal ini dapat dilihat dalam sloka diatas dan sloka-sloka berikiutnya (dan juga sloka VII.4). tetapi untuk menyatakan manisfestasi atau wujud Brahman yang penting-penting saja, yang teruatama sekali adalah Atman (jiwa), sebab seluruh dan gerakan dan hidup dalam keseluruhan alam-semesta ini dimilai dan dibuat harmonis oleh Atman ini. (Gudakesa = penakluk rasa kantuk, yaitu Arjuna sendiri)

(21) adityanam aham vishnur,jyotisham ravir amsumam,marichir marutam asmi,nakshatranam aham sasi.artinya :

diantara Aditaya, Aku adalah Wisnu,diantara cahaya, Aku adalah matahari,diantara angin, Aku adalah Marichi,diantara bintang , Aku adalah rembulan.

setelah jiwa seperti disebutkan dalam sloka terdahulu, manisfestasi Brahman yang berikut adalah wujud-wujud kosmos yang bercahaya-cahaya, disebut aditya, yang berjumlak 12 (dua belas) masing-masing memimpin cahaya-cahaya ini adalah wisnu, wujud kosmos brahman yang berikut adalah matahari (ravi), yang setiap hari kita saksikan paling bercahaya, tetapi merupakan bagian daripada kosmos aditya yang memimpin segala cahaya tiap bulannya.

Kemudian wujud kosmos Brahman dalam marut adalah Marichi, yaitu nama yang diberikan kepada angin yang paling penting, seperti topan, puyuh, ribut dan sebagainya. Sesungguhnya perkataan marut bukan saja berarti angin, melainkan juga berarti unsur-unsur sinar yang menembus udara (termasuk angin) dan nafas hidup (baik nafas kosmos maupun nafas mahkluk seperti manusia, binatang dan sebagainya).

Jadi Marichi adalah yang terpenting dalam angin, unsur sinar yang menembus udara dan nafas-hidup).

Diantara konstelasi bintang-bintang, maka manisfestasi Brahman adalah rembulan. Tetapi dalam hubungan sloka ini rembulan hendaknya jangan ditafsirkan menurut objek-objek astronomi yang nyata, dimana sesungguhnya rembulan bukanlah milik sinar cahaya unik sendiri yang melebihi bintang-bintang, melainkan harus diartikan dalan hubungannya dengan keindahan bahasa Bhagavadgita (yaitu bahasa sansekerta) dimana perumpamaan keindahan rembulan melebihi bintang-bintang diwaktu malam. Keindahan inilah yang dimaksud terpenting oleh Krisna sebagai manisfestasi Brahman, dan bukan rembulan sebagai objek nyata dan astronomi.

Memang nilai-nilai agung dan istimewa tentang Brahman ini tidaklah mudah untuk dapat dimengerti, dari kenyataan-kenyataan objektif biasa. Oleh karenanya perlu contoh dan perumpamaan (simili), baik dalam arti sesungguhnya maupun arti kiasannya.

(22) vedanam samavedo ‘smi,devanam asmi vasanah,indriyanam manas cha ‘smi,bhutanam asmi chetana.artinya :

dari semua Weda Aku adalah Samaveda,dari semua Dewata Aku adalah Indra,dari semua Indria Aku adalah pikiran,dari semua mahkluk Aku adalah kesadaran.

dari ketiga-tiga kitab suci Weda samaveda-lah yang dipandang paling indah, mengandung nyayian suci pujaan keagungan Brahman. (mengenai kitab suci Weda, lihat juga keterangan sloka IX.17).

yang dimaksudkan dengan Indria ialah pancaindria dimana pikiran merupakan titik pusatnya. Diantara mahkluk-mhkluk hidup didunia ini, yang tertinggi adalah mahkluk yang memiliki kesadaran (intelek)

(23) rudranam samkaras cha ‘smi,vitteso yaksharakahm,vasunam pavakas cha ‘smi,meruh sikharinam aham.artinya :

diantara Rudra, Aku adalah Sankara,diantara Yaksa dan raksasa, Aku adalah Kubera,diantara para Wasu, Aku adalah Pawaka,diantara semua gunung, Aku adalah Mahameru.

Rudra juga disebut Siwa, yaitu personifikasi kehancuran dan kemusnahan. Menurut kitab-kitab suci Weda, Upanishad dan purana ada sebelas Rudra atau sebelas kehancuran-kemusnahan yang dapat mengeluarkan bunyi yang hebat mengerikan (rudra) seperti misalnya gunung meletus, gempa bumi, petir menyambar dan sebagainya. Tetapi diantara kesebelas kemusnahan itu ada yang mendatangkan kebahagian yang disebut Sankara.

Yaksa dan Raksasa adalah sebangsa mahkluk (bukan manusia dan bukan binatang) yang berasal dari satu keturunan. Mahkluk ini dinyatakan memiliki sifat-sifat jahat, namun diantara mereka Kubera (juga disebut dengan nama Vittesa) adalah yang terkaya, terbaik dan memiliki sifat-sifat istimewa.

Wasu adalah personifikasi (penjelmaan) daripada kecemerlangan, kebaikan, kedermawanan, kesucian dan sebagainya, yang berjumlah delapan. Yang teristimewa diantaranya adalah Pawaka.

Mahameru adalah puncak tertinggi di Gunung Himalaya, yang merupakan gunung yang tertinggi didunia.

(24) Purodhasam cha mukhyam mam,viddi partha briphasatim,senaninam aham skandah,sarasam asmi sagarah.artinya :

ketahuilah pula diantara pendita suci,oh parta, Aku adalah penditaBrihaspati,diantara jendaral perang Aku adalah Skanda,diantara danau Aku adalah samudera.

Brihaspati adalah prototipe dari semua pendita yang dapat menghubungkan manusia dengan Brahman. Skanda (juga dapat disebut dengan nama Kartikeya) dilkenal sebagai jendral angkatan perang yang paling baik dan paling bijaksana.

(25) maharshinam bhigur aham,giram asmy ekam aksharam,,yajnanam japayanto ‘smi,sthavaranam himalayah.artinya :

Aku ini Brgu diantara Rsi (didunia),Aku ini AUM diantara ucapan suci,Aku ini meditasi sunyi diantara cara memuja,Aku ini gunung himalaya diantara benda-benda mati.

Brgu adalah rsi yang menjadi suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari. Ucapan suci aksara-tunggal AUM berarti Brahman (lihat juga sloka VIII.13 dan sloka VII.8) meditasi sunyi (yapa) adalah suatu cara yang dipandang paling baik untuk memuja Tuhan, sebab cara ini dengan langsung menghubungkan pemuja dengan yang dipuja dalam situasi dan lingkungan yang hening-sunyi. Memuja tuhan bukanlah suatu “standing sosial’ yang harus diperlihatkan kepada publik sebagai suatu penilain sosial terhadap moral spiritual melainkan suatu persyaratan atas tanggung-jawab seseorang kepada kepercayaan dan keyakinan terhadap dirinya dan terhadap Tuhan-nya, yang harus merenungkan dalam semedi atau meditasi-sunyi

Dalam sloka ini gunung himalaya disebut sebagai suatu kiasan betapa kuat dan teguhnya manisfestasi Brahman itu.

(26) asvatthah sarvavrikshanam,devarshinam cha naradah,gandharvanam chitraratha, siddhanam kapilo munih,artinya :

dari segala kayu-kayuan Aku adalah Aswatha,dari semua dewa rsi Aku adalah Narada,diantara Gandharva Aku adalah Chitarata,diantara muni sempurna Aku adalah kapila.

Pohon kayu asvattha adalah sebangsa ‘fikus religiosa’ dari keluarga pohon beringin. Narada adalah Rsi yang merupakan penghubung diantara dua golongan spirituil, yaitu manusia dan para dewata (mahkluk yang bercahaya-cahaya). Gandharwa juga merupakan mahkluk spirituil yang mempunyai tingkatan diantara manusia dan para dewata. Diantara mereka Chitarata-lah yang paling utama Kapila, filosofi dan muni-sempurna, adalah pendiri aliran falsafah samkhya, yang membedakan purusa dengan prakrti atau dengan benda-jasmaniah.

(27) uchchaihsravasam asvanam,viddhi mam amritodbhavam,airavatam gajendranam, naranam cha naradhipam.artinya :

ketahuilah diantara bangsa kuda,Aku Ucaihhsrawa lahir dari madu amrta, Diantara gajah perkasa Aku adalah Airawata, Diantara manusia biasa Aku adalah maharaja.

uchcaihsrawa adalah nama kuda kenaikkan indara amrita ialah air suci, manis sejuk menghidupkan yang juga dipergunakan dalam upacara persembahyangan. Airwata adalah nama gajah juga kepunyaan Indra

(28) ayudhanam aham vajram,dhenunam asmi kamadhuk,prajanas cha ‘smi kandarpah,sarpanam asmi vasukih.artinya :

bajra diantara semua senjata adalah Aku,Kamandhenu diantara sapi-sapi adalah Aku,Dalam membiakkan keturunan Kandarpa adalah Aku,Diantara semua ular Wasuki adalah Aku.

Bajra adalah senjata kepunyaan Indra. Kamadhem, juga disebut kamadhuk, yaitu sapi kepunyaan Rsi Vasista. Kandarpa adalah dewa-asmara (dewa-cinta) dan Wasuki raja dari segala ular.

(29) anantas cha ‘smi naganam,varuno yadasam aham,pitrinam aryama cha ‘smi,yamah samyamatam aham.artinya :

diantara naga Aku adalah Ananta,diantara penguasa air Aku adalah waruna,diantara arwah leluhur Aku adalah Aryama,diantara penegak-hukum Aku adalah yama.

ananta adalah naga kepunyaan wisnu, Aryama adalah leluhur pertama dari kaum waisia (pengusaha-pedagang) yama disamping sebagai penegak-hukum juga dikenal sebagai dewa kematian, yang mengadili mahkluk setelah ajal sampai sesuai dengan pahala karma dimasa yang lalu.

(30) prahladas cha ‘smi daityanam,kalah kalayatam aham,mriganam cha mrigendro ‘ham,vainateyas cha pakshinam.artinya :

Aku adalah Prahlada diantara Daitya,Aku adalah waktu diantara dasar perhitungan,Aku adalah singa diantara segala binatang,Aku adalah Garuda diantara segala burung.

Prahlada adalah pemimpin mahkluk Daitya, yaitu bangsa raksasa, yang merupakan musuh para dewata. Garuda disebut pula nama Winata, adalah burung sakti kepunyaan wisnu

(31) pavanah pavatam asmi, ramah sastrabhritam aham, jhashanam makaras ch ‘smi, srotasam asmi jahnavi,artinya :

Aku adalah angin diantara yang membersihkan,Aku adalah rama diantara pahlawan kebenaran,Aku adalah Makara diantara segala ikan,Aku adalah Gangga diantara semua begawan.

Rama adalah dari epos Ramayana yang merupakan inkarnasi ketujuh dari wisnu, yaitu wujud kosmos aditya yang paling bercahaya-cahaya (lihat sloka 21 Bab ini). Makara adalah ikan yang paling menakjubkan (capriconus dalam penanggalam hindu), yang kepala dan depannya sebagai biri-biri serta badan dan ekornya menyerupai ikan. Sungai gangga juga disebut jahnawi, sungai yang mendatangkan kemakmuran.

(32) sarganam adir antas cha,madhyam chai ‘va ‘ham arjuna,adhyatmavidya vidyanam,vadah pravadatam aham. artinya :

dari segala ciptaan Aku ini, oh arjuna,adalah permulaan, akhir dan juga pertengahan,diantara segala ilmu-pengetahuan Aku falsafah Atman,dan diantara semua diskusi Aku adalah dialektika.

sloka diatas ini khusus membicarakan soal-soal kesusastraan dan ilmu-pengetahuan, dan yang dimaksudkan dengan segala ciptaan ialah karya-karya sastra, deklamasi, pidato dan ilmiah. Adapun ilmu-pengetahuan yang tertinggi adalah ilmu-pengetahuan tentang hidup, jiwa, atman dan Brahman Yang Maha Esa. Dalam suatu diskusi ada klarifikasi cara untuk mencapai kesimpilan yaitu : pertama vada, cara itu menujukkan untuk mencapai kebenaran yang dihormati oleh semau pihak dan disebut dialektika, kedua Vitanda, cara yang dipergunakan adalah mencari-cari kesalahan argumentasi orang lain tanpa memberikan pendapat sebagai bahan pertimbangan dan ketiga jalpa, cara yang hanya membenarkan pikiran sendiri dengan menolak pendapat orang lain, bila perlu dengan teriak dan caci-maki.

(33) aksharanam akaro ‘ami,dvandvah samasikasyah cha,aham eva ‘kshayah kalo,dhata ‘ham visvamukhah,artinya :

Aku adalah huruf A dari semua aksara,Aku adalah katamajemuk dari semua kata-kata berpadu,Aku adalah kala-waktu yang tak ada hentinya,Aku adalah pengemban bermuka segala penjuru.

Yang dimaksud dengan katamajemuk adalah dvandva, dimana tiap kata bagian mempunyai nilai dan fungsi sama, bukan yang satu menjadi keterangan atau pelengkap yang lain.

(34) mrityuh sarvaharas cha ‘ham,udbhavas cha bhavishyatam,kirtih srir vak cha narinam,smritir medha dhritih kshama.artinya :

Aku ini kematian yang menelan segalanya,Aku ini asalmula yang akan ada nanti,Dan dari sifat-sifat wanita Aku ini,Adalah kemasyuran dan kemakmuran,Kehalusan budi-pekerti dan kenangan,Kecerdasan keteguhan hati dan kesabaran.

(35) brihatsama tatha samnam,gayatri chandasam aham,masanam margasirsho ‘ham,ritunam kusumakarah.artinya :

diantara lagu pujaan Aku adalah Brihatsama,diantara syair suci Aku adalah Gayatri,diantara bulan-bulan Aku adalah Margasirsha,diantara musim-musim Aku adalah musimsemi.

Brihatsama yaitu lagu pujaan terdapat dalam Samaveda yang dipandang sangat dalam isinya, sedangkan Gayatri adalah syair suci terdapat dalam rigveda yang diucapkan untuk sembahyang diwaktu fajar dan senjakala. Margasrisha adalah bulan habis panen dan musim orang berlibur dab kerja berat setahunnya.

(36) dyutam ahhalayatam asmi,tejas tejasvinam aham,jayo ‘smi vyavasayo ‘smi,sattvam sttvavatam aham.artinya :

Aku ini penjudi diantara bangsa penipu,Aku adalah keindahan dari semua yang jelita,Aku ini kejayaan dan Aku ini daya-upaya ,Aku adalah kebaikkan dari segala yang baik.

Perkataan penjudi sebenarnya dimaksudkan ‘pengambil resiko dengan mempertaruhkan apa yang dimiliki, jadi untuk menaklukan bangsa penjahat dan penipu orang harus berani mengambil resiko, bila perlu jiwa raga.

(37) vrishninam vasudevo ‘smi,muninam apy aham vyasah,kavinam usana kavih.artinya ;

dari keturunan Wrisni Aku ini wasudewa,dari panca Pandawa Aku ini Dananjaya,dari murni semprna Aku ini Vyasa,dari biduan-penyair Aku ini Usana.

Vyasa adalah pencipta epos Mahabarata dimana Bhagavadgita termasuk didalamnya. Usana juga dipanggil Sukra pengerang Dharmasastra, yaitu buku undang-undang kewajiban hidup.

(38) dando damayatam asmi,nitir asmi jighatam,maunam chai ‘va ‘smi guhyanam,jnanam jnanavatam aham.artinya :

Akulah kekuatan hukum dari semua penguasa,Akulah negarawan diantara yang mengejar kejayaan,Akulah tempat menyimpan segala rahasia,Akulah yang mengetahui segala ilmu pengetahuan.

Perkataan danda berarti : cambuk atau cemeti, yang dipergunakan untuk menghukum orang yang bersalah oleh yang berkuasa.

Tetapi dalam hubungan sloka ini perkataan danda harus diartikan kekuatan hukum untuk menjatuhkan hukuman yang adil, sebab Brahman adalah Yang Maha Adil, tidak berat sebelah (lihat pula sloka IX.29 dan 30)

(39) yach cha ‘pi sarvabhutanam,bijam tad aham arjuna,na tad asti vina syan,maya bhutam characharam.artinya :

dan selanjutnya apapun, oh arjuna,benih segala mahkluk ini adalah Aku,tidak ada sesuatu bisa ada,bergerak atau tidak bergerak, tanpa aku.

(40) na ‘nto ‘sti mama divyanam,vibhutinam paramtapa,esha tu ‘ddesatah prokto,vibhuter vistaro maya.artinya :

perwujudan suci-Ku tiada akhirnya,apa yang telah Ku-katakan, oh Parantapa,hanyalah merupakan ilustrasi belaka,daripada keagungan-Ku yang tiada batasnya.

dari uraian diatas, ternyata arjuna telah menunjukkan penegrtian yang sangat baik, yang menyebabkan Krisna merasa bahwa keterangannya sudah cukup jelas

(41) yad-yad vibhutimat sattvam,srimad urjitam eva va,tad-tad eva ‘vagachchhatvam,mama tejomsa sambhavam.artinya :

segala apa saja yang ada,memiliki keagungan, keindahan,dan kekuatan, ketahuilah semua itu,menjelma daripada bagian fragmen-Ku.

(41) athava bahunai ‘tena,kim jnatena tava ‘rjuna,vishtabhya ‘ham idam kristnam,ekamsena sthito jagat.artinya :

tetapi apakah gunanya bagimu, Arjuna,pengetahuan yang sekecil-kecilnya ini,kupelihara dan kuliputi jagat ini,hanya dengan sekelumit kecil-Ku yang ada.

segala sesuatu yang indah dan agung, segala perbuatan yang menunjukkan heroisme, segala kehidupan yang penuh pengorbanan, segala kerja yang penuh ketekunan daya upaya dan segala jiwa yang penuh dengan keseimbangan dan kesesuaian adalah sekelumit bagian alit daripada Brahman.

Ya, sedangkan kosmos kita ini juga hanya merupakan sebagian kecil dari Brahman yang ada diseluruh kosmos, diseluruh waktu dan diseluruh ruang.

Ity srimad bhagavadgitasupanishatsu brahmavidyayam, Yogasastre  srikrishnarjuna samvade, Vibhutiyogo nama dasamo ‘dhyayah

Maka berakhirlah bab kesepuluh Upanishad Bhagavadgita,Mengenai ilmu pengetahuan tentang Yang Maha Esa,Kitab suci yoga dan dialog antara Sri Krisna dan Arjuna,Yang berjudul VIBHUTIYOGA.

About these ads
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 30, 2012 in AGAMA

 

Tag: , , , , ,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
ST. kawula wisuda banjar adat kulub

ST. Kawula Wisuda (Sekaa Teruna-Teruni) Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar, Bali

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

Butterflychaser

An odyssey of chasing butterfly

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebenaran & Kebajikan

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

Wahana08's Weblog

mari berbuat untuk kebaikan

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

Different kind of Mahabharata

Another stories behind the epic

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: