RSS

Arsip Kategori: CERITA HINDU

Hindu Aku Kembali (Sebuah Cerita)

Berikut saya ingin berbagi tentang sebuah cerita yang sangat menarik untuk dibaca, sebuah cerita perjalanan saudara kita yang kembali ke jalan Dharma. Cerita ini saya ambil dari sebuah web “Menjadi Hindu Yang Universal Berlandaskan Veda“, semoga dari cerita ini dapat membuka mata bhatin kita semua, bahwa menjalankan sebuah keyakinan tidak hanya cukup dengan mempercayai atau menjalankan dogma agama saja, namun perlu logika untuk memahami apa itu benar atau salah. Seperti kita memakan makanan, jangan lah langsung memakan makanan yang dihidangkan untuk kita, lihat dulu isi makanannya! Sehat gak? Buat kita kolesterol gak? Ada lalatnya gak? nasinya kutuan apa enggak? Sambelnya banyak gak? dan banyak hal yang perlu dipertimbangkan, jangan asal makan! Nah, seperti itu bayangannya. Baik langsung saja ke cerita dari Mbak Agustin Rike Yuani berikut kita simak, judulnya “Hindu Aku Kembali

Om Swastyastu

Masih terlintas ketidakpercayaanku akan keyakinan yang aku jalani sekarang ini (hindu). Karena sejak kecil aku sama sekali tidak dibekali ajaran leluhur (hindu) karena semua keluargaku beragama islam. 20 tahun perjalanan hidupku menjadi seorang muslim (Agama pemberian orang tuaku). Sampai memasuki umur 21 tahun akhirnya aku benar-benar mendapat suatu petunjuk untuk meyakini bahwa hindu adalah jalan hidupku.
Sejak kecil diriku sudah dikenalkan dengan lingkungan yang mayoritas muslim tepatnya di Desa Kandangan Kediri Jatim. Apalagi rumahku tepat bedampingan dengan mushola. Daerahku juga dekat dengan area religius, pondok pesantren aliran NU (Nadhatul Ulama). Jadi tanpa ada rasa janggal ataupun aneh, karena aku sudah terbiasa dengan lingkungan tersebut.

Aku dibesarkan dari 3 bersaudara. Kakakku perempuan sedangkan adikku laki-laki. Aku anak nomor 2 dari 3 bersaudara. Aku dan kakakku selisih 3 tahun sedangkan dengan adikku, aku selisih 4 tahun. Orang tuaku menganggap aku adalah anak yang paling manja dari saudaraku yang lain. Aku terbiasa hidup bersama kedua orang tuaku, memang sejak kecil aku yang paling dapat perhatian lebih di banding saudaraku yang lain. Mungkin bertepatan orang tuaku tidak terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Kakakku lebih dekat dengan nenekku, sedangkan adikku terbiasa dekat dengan budhe ku. Jadi ke-2 saudaraku lebih bisa mandiri dibandingkan aku. Aku begitu sangat dekat dengan orang tuaku. Mungkin dari situlah kepribadianku sedikit demi sedikit terbentuk menjadi anak yang manja. Serasa ingin diperhatikan dan sangat sensitif. 
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 16, 2012 in CERITA HINDU

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

Mitologi Batara Kala Dalam Pewayangan Jawa

BATARA KALA, gambar grafis Wayang Kulit Purwa gagrak Cirebon

Menurut cerita wayang Purwa. Ini terjadi ketika pada suatu saat Batara Guru bertamasya bersama istrinya, Dewi Uma, menunggang Lembu Andini mengarungi angkasa. Di atas Nusa Kambangan, dalam keindahan pemandangan senja hari, Batara Guru tergiur melihat betis istrinya. Ia lalu merayu Dewi Uma agar mau melayani hasratnya saat itu juga, di atas punggung Andini. Tetapi istrinya menolak. Selain karena malu, Dewi Uma menganggap perbuatan semacam itu tidak pantas dilakukan.

Karena gairah Batara Guru tak tertahankan lagi, akhirnya jatuhlah kama benihnya ke samudra. Seketika itu juga air laut bergolak hebat. Benih kama Batara Guru menjelma menjadi makhluk yang mengerikan. Dengan cepat makluk itu tumbuh menjadi besar. la menyerang apa saja, melahap apa saja. Untuk meredakan kekalutan yang terjadi, Batara Guru memerintahkan beberapa orang dewa membasmi makhluk itu. Namun dewa-dewa itu tak ada yang mampu menghadapi makhluk itu. Mereka akhirnya bahkan lari pulang ke kahyangan. Makhluk ganas itu segera mengejar para dewa sampai ke Kahyangan Suralaya, tempat kediaman Batara Guru. Setelah berhadapan dengan Batara Guru makhluk itu menuntut penjelasan, ia anak siapa, untuk kemudian minta nama dari ayahnya. Batara Guru yang maklum keadaannya, segera memberi tahu bahwa makhluk itu adalah anaknya yang terjadi karena kama salah. Batara Guru memberinya nama Kala, dan mengangkatnya sederajat dengan dewa, sama dengan anak-anaknya yang lain. Dengan demikian, ia bergelar Batara Kala. Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2012 in CERITA HINDU

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Bhatara Kala (Wayang Sapuleger Dalam Mitology Bali)

Ogoh-ogoh “Wayang Sapuh Leger” garapan Sekaa Teruna Dharma Yowana Br. Anggarkasih Sanur Kecamatan Denpasar Selatan

Dalam kitab Kala Tattwa diceritakan, pada waktu Bhatara Guru (Dewa Siwa) sedang jalan-jalan dengan Dewi Uma di tepi laut, “air mani” Dewa Siwa menetes ke laut ketika melihat betis Dewi Uma karena angin berhembus menyingkap kain Sang Dewi. Dewa Siwa ingin mengajak Dewi Uma untuk berhubungan badan, namun Sang Dewi menolaknya karena prilaku Dewa Siwa yang tidak pantas dengan prilaku Dewa-Dewi di kahyangan. Akhirnya mereka berdua kembali ke kahyangan. Air mani Dewa Siwa menetes ke laut kemudian ditemukan oleh Dewa Brahma dan Wisnu. Benih tersebut kemudian diberi japa mantra. Dari benih seorang Dewa tersebut, lahirlah seorang rakshasa yang menggeram-geram menanyakan siapa orangtuanya. Atas petunjuk dari Dewa Brahma dan Dewa Wisnu, raksasa itu mengetahui bahwa Dewa Siwa dan Dewi Uma adalah orangtuanya. Read the rest of this entry »

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2012 in CERITA HINDU

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

KALA TATTWA (Purwa Gama Sesana)

BATARA KALA, gambar grafis Wayang Kulit Purwa Bali

Ada cerita di Purwa Gama Sesana, Kala Tatwa namanya. Diceritakan keadaan Bhatara Kala yang tak pernah puas memakan binatang dan manusia. Hingga akhirnya keberadaan binatang dan manusia itu hampir punah dimakan oleh Bhatara Kala. Oleh karenanya, manusia pada berlarian terbirit-birit sambil memanggil-manggil Tuhan Yang Maha Esa. Nah, pada saat manusia itu berlari-lari, saat itulah banyak yang mati. Sehari bisa sepuluh orang, biasa juga seratus, bahkan ada sampai seribu yang meninggal dalam satu hari. Hal ini dikarenakan ada yang jatuh ke jurang, ditabrak lahar, tertimpa gunung, dan semua itu adalah ulah dari Bhatara Kala. Hal ini ada dalam Purwa Gama Sesana, inilah kutipannya “tan weruh ring patinia”, tidak ada yang tahu, tidak ada firasat apa-apa tiba-tiba mati, seperti terkena air bah, seperti kejadian di Sumatera. Terkena api, jatuh ke jurang, semua itu akibat dimakan Bhatara Kala.

Manusia yang selamat dan masih sibuk terus memanggil-manggil Tuhan Yang Maha Esa, dan saat itu juga muncul sesosok perempuan tua dengan perawakan tunggal. Ialah yang menghadang Bhatara Kala untuk memakan manusia. Karena kesalnya, Bhatara Kala pun marah dan menerkam perempuan tua itu, tetapi tiba-tiba saja menghilang dan muncul lagi. Kemudian diterkamnya lagi perempuan itu dan menghilang lagi, seperti orang yang hendak menangkap asap, begitu diambil lenyap begitu saja. Akhirnya Bhatara Kala pun menangis, karena merasa dikalahkan oleh sosok perempuan tua yang bernama Sang Hyang Tunggal itu. Karena Bhatara Kala menangis, para manusia yang tadinya berlarian pun berhenti dan  bertanya “”Kenapa Bhatara Kala menangis, dan kenapa Ia tidak bisa menangkap orang tua itu, padahal ia seorang perempuan?”. Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Oktober 17, 2012 in CERITA HINDU

 

Tag: , , , , , , , , , , , ,

KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (4)

lanjutan……. part 3

KARNA MEMPERSEMBAHKAN HATINYA SENDIRI KEPADA KRISNA

Segera Karna mengambil sebuah batu di dekatnya dan memukulkan pada giginya dan kemudian menyerahkannya kepada Brahmin tersebut. Krisna yang menyamar sebagai Brahmin ingin menguji lebih jauh, “Apa engkau memberiku gigi emas yang berlumuran darah sebagai derma (pemberian)? Maaf, aku tidak bisa menerima ini, aku akan pergi sekarang”, katanya.

Karna memohon pada Brahmin tersebut. “Swami, tunggu sebentar”. Meski pun dalam keadaan sulit bergerak, Karna dengan susah payah mengeluarkan panahnya dan membidikkan ke angkasa. Segera hujan tercurah dari awan. Setelah membersihkan gigi tersebut dengan air hujan, Karna menyerahkannya dengan kedua tangannya.

Melihat hal tersebut, Brahmin yang merupakan penyamaran dari Krisna kembali ke wujud aslinya sebagai Krisna. Karna terperangah; “Tuan, anda sesungguhnya siapa?”, Krisna berkata, “Aku Krisna, aku sungguh kagum dengan semangatmu dalam berkorban. Dalam keadaan/kondisi apa pun, semangat berkorbanmu tidak pernah pudar/mengendor. Mintalah kepadaku apa yang engkau inginkan!”. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 15, 2012 in CERITA HINDU

 

Tag: , , , , , , , , , , ,

KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (3)

KEAGUNGAN KARNA SEBAGAI KSATRIA

Pada hari ke-17 perang besar Bharathayudha (Mahabharatha) mendekati usai, dengan kalahnya/robohnya Karna, Panglima Perang Astinapura saat itu di medan perang. Para Pandawa bergembira merayakan kemenangan besar tersebut. Sebaliknya, Kaurawa merasa kehilangan harapan sama sekali, sebab Karna adalah ksatria utama andalan mereka. Para Pandawa bersuka-cita atas kalahnya lawan berat mereka. Tetapi Krisna duduk terpisah dan tampak tenggelam dalam kesedihan. Arjuna datang  mendekatinya dan bertanya, kenapa beliau merasa sedih pada hari yang seyogyanya mereka patut bersuka-cita dalam menyambut  kemenangan. Krisna memberitahu Arjuna bahwa negara Bharatha telah kehilangan prajurit/ksatrianya yang sangat utama pada hari itu. Pahlawan yang telah membawa kejayaan dan nama baik Negara Bharatha, telah roboh menyedihkan.

“Aku merasa sedih karena negara telah kehilangan seorang pahlawannya yang begitu besar”. Mendengar kata-kata ini, Arjuna memandang Krisna dengan perasaan terkejut. Dia berkata, “Wahai Krisna, untuk memberi jaminan kemenangan pada Pandawa, tuanku telah memilih peran sebagai sais/kusir. Oleh karena itu, Pandawa memperoleh kemenangan. Bukannya bersuka-cita atas kemenangan ini, tetapi kenapa malah tuanku merasa sedih atas kekalahan musuh kita?”. Krisna menjawab, “Karna adalah perwujudan dari pengorbanan. Pengorbanan adalah identik dengan Karna. Di seluruh dunia engkau tidak bisa menemukan orang lain yang memiliki semangat pengorbanan seperti Karna. Dalam kegembiraan maupun duka-cita, kemenangan atau kekalahan, dia selalu siap untuk berkorban. Apakah engkau memiliki semangat berkorban seperti itu? Tidak!”. Lalu Krisna meminta Arjuna untuk mengikutinya. Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 14, 2012 in CERITA HINDU

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , , ,

KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (1)

Dalam perjalanan hidupnya, Karna sebenarnya melewati cobaan yang sangat sulit. Kehadiran Karna di dunia pada dasarnya dapat dikatakan percobaan dewi Kunti terhadap mantera Adithyahrehdaya yang dianugerahkan kepadanya. Setelah akhirnya berhasil, kemudian jabang bayi Karna dibuang begitu saja ke sungai Aswa. Latar belakang kelahiran Adipati Karna tersebut dapat dianggap sedikit banyak mempengaruhi kepribadiannya kelak. Di samping itu, stastusnya yang hanya sebagai anak kusir Adirata membuat Karna dewasa mengalami banyak cobaan dalam hidupnya, berbagai penolakan serta penghinaan kerap datang kepadanya, terutama dari para Pandawa. Sebagai seorang demi god – putera dewa yang juga mengalir darah ksatria di dalam dirinya, Karna ternyata dapat melewati semua cobaan tersebut dengan tabah, hingga akhirnya derajatnya sebagai seorang ksatria ”dikembalikan” oleh Duryudana.

Dalam kehidupannya sebagai seorang Adipati di Awangga, Karna dikenal sebagai seorang bangsawan yang angkuh dan sombong. Jika ditelaah lebih dalam, pada dasarnya wajar-wajar saja ia bersikap seperti itu. Keangkuhan dan kesombongannya dapat dikatakan sebagai salah satu defense mekanisme yang ia tunjukkan, mengingat pada masa lalunya ia selalu direndahkan dan dihina. Namun di balik keangkuhan dan kesombongannya tersebut, ia pun dikenal sebagai seorang ksatria yang sangat dermawan. Bahkan menurut salah satu versi Mahabharata, kedermawanannya tersebut mendapat pengakuan dari sang rajadewa, bhatara Indra. Sebagai apresiasi atas keagungan sifatnya tersebut Karna dipinjamkan senjata Kontawijayadanu oleh sang rajadewa. Read the rest of this entry »

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 10, 2012 in CERITA HINDU

 

Tag: , , , , , , , , , ,

ARJUNA PRAMADA (2)

Lanjutan …………. (Arjuna Pramada (1))

Tiba-tiba saja kera kecil itu melompat, demikian satu kali injakan, ternyata jembatan itu roboh. “Maaf tuan Sang Arjuna, saya kera yang bengil begini saja membuat jembatan anda hancur, apalagi ribuan bala tentara Sugriwa yang akan menyerang Alengka, bisakah mereka menyebrangi jembatan tuan!”

Muka Arjuna merah padam dan sangat malu kepada Sri Krisna, ternyata seekor kera bengil mampu merobohkan karyanya yang hebat itu. Arjunapun bertindak kesatriya dan bertanya: “Maaf, saya bertanya siapakah anda? Saya yakin anda bukan seekor kera biasa, saya mengagumi anda”.

Kera kecil itupun menunjukkan jati dirinya. “Ya tuan Sang Arjuna, aku ini…. aku ini adalah Hanuman, abdi setia Sri Rama”. “Maaf, tuan Hanuman, saya dengar anda sangat besar, hebat dan mampu terbang kemana-mana. Kini mengapa anda kelihatan kecil, tua renta dan seperti tidak berdaya? Ijinkanlah saya menghormati anda”. Demikian kata-kata Arjuna terbata-bata dengan penuh penyesalan. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 3, 2012 in CERITA HINDU

 

Tag: , , , , , , , , ,

ARJUNA PRAMADA (1)

Begitu banyak terdapat cerita-cerita tentang epos kepahlawanan dan ajaran-ajaran suci Hindu seperti yang sudah pernah saya post dalam blog ini, yaitu tentang Bhakti Sang Hanuman. Nah pada kesempatan ini saya akan menyajikan cerita Hindu “Arjuna Pramada”. Cerita ini merupakan petikan kecil dari epos besar Mahabarata, yang menceritakan tentang keangkuhan/kecongkahan Arjuna karena tau akan dirinya sakti mandraguna. Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita dan memberikan manfaat, berikut kisahnya.

**********

Sekali waktu Sri Krisna berjalan-jalan diikuti oleh Arjuna di pinggir pantai Kanyakumari yang dikenal pula dengan nama Tanjung Komorin di ujung Selatan anak benua India atau Bharatawarsa. Sri Krisna mengagumi kemegahan pura Rameswaram yang nampak berdiri agung bagaikan sebuah gunung putih berkilauan. Arjunapun menyaksikannya dengan penuh ketakjuban. Perhatian mereka beralih menyaksikan puing-puing jembatan Setubandha, jembatan yang menghubungkan India dengan Srilanka. Sri Krisna menunjukkan betapa mega proyek dikerjakan oleh ribuan wanara bala tentara Sugriwa untuk mensukseskan perang merebut kembali Dewi Sita dari tangan raja angkara murka Rawana.

“Lihatlah Arjuna, batu yang demikian besarnya mampu diangkat oleh bala tentara kera, sungguh mengagumkan!”, demikian antara lain ucapan Sri Krisna kepada Arjuna. Arjunapun menjawabnya dengan penuh kekaguman. Namun yang terjadi saat itu sesungguhnya dalam diri Arjuna muncul keangkuhan. “Membuat jembatan demikian saja kok mengerahkan ribuan bala tentara kera. Kalau aku, sendirian dengan sebatang panahku aku mampu membikin jembatan yang jauh lebih besar dari mega proyeknya Sri Rama itu”, demikian keangkuhan Arjuna. Walaupun tidak diucapkan, namun Sri Krisna dengan detektor gaib yang dimilikinya mampu mengetahui pikiran Arjuna sekalipun belum terucapkan. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 2, 2012 in CERITA HINDU

 

Tag: , , , , , , , , , ,

BHAKTI SANG HANUMAN

(dikutip dari epos besar Ramayana)

Hanuman

Saat itu, setelah penobatan Vibhisana sebagai maharaja dan kota Lengka sudah diganti namanya menjadi Srilanka, semua pasukan Sri Rama telah kembali ke Ayodhya. Sri Rama bersama Dewi Sita dan Laksmana mengendarai kereta terbang bernama Manipuspaka, yang merupakan hadiah dari Dewa Kuvera.

Setibanya di kraton Ayodhya, segera itu dilaksanakan upacara Abhivandana, yakni upacara syukuran atas kejayaan Sri Rama berhasil menundukkan Rawana. Pada persidangan agung yang mulia dihadiri oleh seluruh petinggi kerajaan, Sri Rama membagi-bagikan berbagai hadiah kepada siapa saja yang pernah berjasa dalam memenangkan perang untuk merebut kembali Dewi Sita.

Setelah setiap pejabat tinggi mendapatkan hadiah, selanjutnya dipanggillah Hanuman untuk menerima hadiah dari Sri Rama. Saat itu Hanuman tampil berdatang sembah, dengan sangat hormat dia menyatakan tidak bersedia lagi menerima hadiah. Alasan Hanuman, dengan Sri Rama mengijinkan dirinya sebagai abdi sang Purna Avatara, dirinya sudah mendapat hadiah yang tiada taranya, sebab siapa saja yang dekat dengan Tuhan Yang Maha Esa, para Dewa atau Avatara-Nya, seseorang menikmati kebahagiaan yang sejati. Read the rest of this entry »

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 22, 2012 in AGAMA, CERITA HINDU

 

Tag: , , , , , ,

 
ST. kawula wisuda banjar adat kulub

ST. Kawula Wisuda (Sekaa Teruna-Teruni) Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar, Bali

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

Butterflychaser

An odyssey of chasing butterfly

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebenaran & Kebajikan

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

Wahana08's Weblog

mari berbuat untuk kebaikan

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

Different kind of Mahabharata

Another stories behind the epic

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.