ARJUNA PRAMADA (1)

Begitu banyak terdapat cerita-cerita tentang epos kepahlawanan dan ajaran-ajaran suci Hindu seperti yang sudah pernah saya post dalam blog ini, yaitu tentang Bhakti Sang Hanuman. Nah pada kesempatan ini saya akan menyajikan cerita Hindu “Arjuna Pramada”. Cerita ini merupakan petikan kecil dari epos besar Mahabarata, yang menceritakan tentang keangkuhan/kecongkahan Arjuna karena tau akan dirinya sakti mandraguna. Semoga kisah ini dapat menginspirasi kita dan memberikan manfaat, berikut kisahnya.

**********

Sekali waktu Sri Krisna berjalan-jalan diikuti oleh Arjuna di pinggir pantai Kanyakumari yang dikenal pula dengan nama Tanjung Komorin di ujung Selatan anak benua India atau Bharatawarsa. Sri Krisna mengagumi kemegahan pura Rameswaram yang nampak berdiri agung bagaikan sebuah gunung putih berkilauan. Arjunapun menyaksikannya dengan penuh ketakjuban. Perhatian mereka beralih menyaksikan puing-puing jembatan Setubandha, jembatan yang menghubungkan India dengan Srilanka. Sri Krisna menunjukkan betapa mega proyek dikerjakan oleh ribuan wanara bala tentara Sugriwa untuk mensukseskan perang merebut kembali Dewi Sita dari tangan raja angkara murka Rawana.

“Lihatlah Arjuna, batu yang demikian besarnya mampu diangkat oleh bala tentara kera, sungguh mengagumkan!”, demikian antara lain ucapan Sri Krisna kepada Arjuna. Arjunapun menjawabnya dengan penuh kekaguman. Namun yang terjadi saat itu sesungguhnya dalam diri Arjuna muncul keangkuhan. “Membuat jembatan demikian saja kok mengerahkan ribuan bala tentara kera. Kalau aku, sendirian dengan sebatang panahku aku mampu membikin jembatan yang jauh lebih besar dari mega proyeknya Sri Rama itu”, demikian keangkuhan Arjuna. Walaupun tidak diucapkan, namun Sri Krisna dengan detektor gaib yang dimilikinya mampu mengetahui pikiran Arjuna sekalipun belum terucapkan.

Kecongkahan atau pramada yang muncul dari pikiran Arjuna ini ingin dilenyapkan oleh Sri Krisna. Saat itu pula Krisna dengan power yang dimilikinya mampu memanggil Hanuman yang sedang rileks di lereng gunung Kailasa. Bagaikan kilatan cahaya, entah dari mana datangnya, tiba-tiba seekor kera bengil (kecil dan nampak kurang sehat) berdiri di samping Arjuna dan ternyata kera itu mampu berbicara kepada Arjuna.

“Maaf tuan, apakah tuan bernama Sang Arjuna dan apakah tuan bernama Sri Krisna?”, demikian sapaan suara kera bengil itu kepada kedua tokoh yang tegap dan tampan di hadapannya. Sri Krisna mengangguk : “Ya saya Krisna dan ini adik saya Arjuna”. Tiba-tiba keangkuhan Arjuna tidak tertahankan dan nyeletuk : “Apakah anda mengenal mega proyek jembatan Setu-bandha yang mengagumkan dalam kisah Ramayana?”, demikian pertanyaan Arjuna kepada kera yang sambil jalan nampak renta. “Ya tuan, tahu itu”. “Wah kalau jembatan yang demikian saja mengerjakannya mengerahkan ribuan kera, maka berarti Sri Rama itu tidak hebat, mestinya beliau dengan satu panahnya saja mampu membuat sebuah jembatan yang besar dan kokoh. Aku mampu melakukan hal itu!”.

Demikian kata-kata Arjuna, kera itu semakin mendekat : “Wahhh hebat benar tuan! Kiranya bila berkenan , tunjukkanlah kepada hamba biar hamba juga mengenal kemampuan tuan sebagai orang ketiga dari keluarga Pandawa”. Sri Krisna memberikan isyarat kepada Arjuna dan Arjunapun mengeluarkan satu batang panah bernama Nagapasa dari selongsongnya dan seketika itu ia melepaskan panahnya dan tiba-tiba panah itu berubah menjadi sebuah jembatan yang besar, megah dan nampak kokoh. Kera kecil itu meminta ijin kepada Arjuna untuk mencobanya. “Maaf tuan Sang Arjuna, apakah saya boleh mencoba lewat pada jembatan yang besar ini?”, “Ya Ya Ya, silahkan…, engkau boleh melompat seenakmu pada jembatan karyaku ini!”.

Tiba-tiba saja kera kecil itu melompat, demikian satu kali injakan, ternyata ………….. (bersambung ke  Arjuna Pramada (2))

Perihal blijul
Orang yang simpel dan sederhana. Suka tantangan dan suka menulis dari berbagi tulisan yang sekiranya menarik. Saya orang yang apa adanya. Lebih suka menggali diri sendiri dan keyakinan sendiri, tanpa bermaksud melukai orang lain. Jangan tersinggung dengan apa yang saya buat. Jika tak berkenan, jangan mampir ya.

One Response to ARJUNA PRAMADA (1)

  1. Ping-balik: ARJUNA PRAMADA (2) | pandejuliana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebajikan & Kebenaran

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

Wahana08's Journey Weblog

mari berbuat untuk kebaikan

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

aryaoka blog

oka just oke...

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

%d blogger menyukai ini: