ARJUNA PRAMADA (2)

Lanjutan …………. (Arjuna Pramada (1))

Tiba-tiba saja kera kecil itu melompat, demikian satu kali injakan, ternyata jembatan itu roboh. “Maaf tuan Sang Arjuna, saya kera yang bengil begini saja membuat jembatan anda hancur, apalagi ribuan bala tentara Sugriwa yang akan menyerang Alengka, bisakah mereka menyebrangi jembatan tuan!”

Muka Arjuna merah padam dan sangat malu kepada Sri Krisna, ternyata seekor kera bengil mampu merobohkan karyanya yang hebat itu. Arjunapun bertindak kesatriya dan bertanya: “Maaf, saya bertanya siapakah anda? Saya yakin anda bukan seekor kera biasa, saya mengagumi anda”.

Kera kecil itupun menunjukkan jati dirinya. “Ya tuan Sang Arjuna, aku ini…. aku ini adalah Hanuman, abdi setia Sri Rama”. “Maaf, tuan Hanuman, saya dengar anda sangat besar, hebat dan mampu terbang kemana-mana. Kini mengapa anda kelihatan kecil, tua renta dan seperti tidak berdaya? Ijinkanlah saya menghormati anda”. Demikian kata-kata Arjuna terbata-bata dengan penuh penyesalan.

Hanuman menjawab: “Wahai Arjuna, setiap mahkluk mengalami proses menuju ketuaan. Ketika saya masih menjabat sebagai panglima divisi Selatan untuk membebaskan Sita dari belenggu Rawana, saya punya jabatan tinggi. Sebagai pejabat besar saya mendapat fasilitas terbang kemana-mana dan gratis lagi. Kini saya telah pensiun. Jabatan itu telah saya serah terimakan. Sebagai seorang yang tidak menjabat, segalanya kini nampak kecil, tubuh saya kecil, sakit-sakitan lagi dan tidak seorang pun mau menolehnya. Syukur saya tempo hari dapat berkesempatan dekat dengan Sri Rama, beliau banyak memberikan karunia kepada saya untuk menghadapi berbagai persoalan hidup termasuk bagaimana cara menghindari Postpowersyndrome, karena aku tidak menjabat lagi.”

“Sebagai orang yang sudah mulai uzur, maka saya sejak kanak-kanak telah mempersiapkan diri untuk memasuki masa Wanaprastha, masa tua, jauh dari hiruk pikuk panggung politik dan ikatan duniawi, bila kita sadari semua dengan keihlasan, bahwa tunas-tunas baru akan senantiasa tumbuh pada cabang-cabang kayu menggantikan ranting-ranting yang mulai lapuk, maka kesadaran itu memberikan kebahagiaan yang sejati. Sri Rama telah menganugrahkan saya ajaran Muktika Upanisad, sebagai bekal menuju alam keabadian. Karunia Sri Rama tiada taranya.”

“Kini engkau Arjuna dekatkanlah hati dan pikiranmu kehadapan kaki Sri Krisna, maka engkau akan memperoleh kejayaan. Bila saatnya perang Bharatayuddha meletus, pasanglah sebuah bendera berisi gambarku, ketika engkau menoleh bendera itu, engkau ingat kepada aku, maka akupun segera datang membantumu di medan laga.” Demikianlah ucapan Sang Hanuman, Arjunapun berkaca-kaca menyadari akan kesalahannya.

Sejak saat itu, Nagapasa Sang Arjuna diabadikan dalam umbul-umbul dan bendera Arjuna selalu berisi gambar Hanuman. Kedua hal ini selalu dipancangkan pada setiap pura atau mandira-mandira sthana memuja-Nya terutama ketika upacara piodalan, mengingatkan peristiwa Arjuna Pramada.

-selesai-

NB : Semoga cerita Hindu  ini dapat menjadi sebuah lentera kehidupan, memberikan sebuah penerangan dalam hati dan jiwa kita.

Sumber : Titib, I Made. 2003. Tri Sandhya, Sembahyang dan Berdoa. Surabaya : Paramita (Hal. 20-24).

Perihal blijul
Orang yang simpel dan sederhana. Suka tantangan dan suka menulis dari berbagi tulisan yang sekiranya menarik. Saya orang yang apa adanya. Lebih suka menggali diri sendiri dan keyakinan sendiri, tanpa bermaksud melukai orang lain. Jangan tersinggung dengan apa yang saya buat. Jika tak berkenan, jangan mampir ya.

One Response to ARJUNA PRAMADA (2)

  1. Ping-balik: ARJUNA PRAMADA (1) | pandejuliana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebajikan & Kebenaran

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

Wahana08's Journey Weblog

mari berbuat untuk kebaikan

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

aryaoka blog

oka just oke...

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

%d blogger menyukai ini: