KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (1)

Dalam perjalanan hidupnya, Karna sebenarnya melewati cobaan yang sangat sulit. Kehadiran Karna di dunia pada dasarnya dapat dikatakan percobaan dewi Kunti terhadap mantera Adithyahrehdaya yang dianugerahkan kepadanya. Setelah akhirnya berhasil, kemudian jabang bayi Karna dibuang begitu saja ke sungai Aswa. Latar belakang kelahiran Adipati Karna tersebut dapat dianggap sedikit banyak mempengaruhi kepribadiannya kelak. Di samping itu, stastusnya yang hanya sebagai anak kusir Adirata membuat Karna dewasa mengalami banyak cobaan dalam hidupnya, berbagai penolakan serta penghinaan kerap datang kepadanya, terutama dari para Pandawa. Sebagai seorang demi god – putera dewa yang juga mengalir darah ksatria di dalam dirinya, Karna ternyata dapat melewati semua cobaan tersebut dengan tabah, hingga akhirnya derajatnya sebagai seorang ksatria ”dikembalikan” oleh Duryudana.

Dalam kehidupannya sebagai seorang Adipati di Awangga, Karna dikenal sebagai seorang bangsawan yang angkuh dan sombong. Jika ditelaah lebih dalam, pada dasarnya wajar-wajar saja ia bersikap seperti itu. Keangkuhan dan kesombongannya dapat dikatakan sebagai salah satu defense mekanisme yang ia tunjukkan, mengingat pada masa lalunya ia selalu direndahkan dan dihina. Namun di balik keangkuhan dan kesombongannya tersebut, ia pun dikenal sebagai seorang ksatria yang sangat dermawan. Bahkan menurut salah satu versi Mahabharata, kedermawanannya tersebut mendapat pengakuan dari sang rajadewa, bhatara Indra. Sebagai apresiasi atas keagungan sifatnya tersebut Karna dipinjamkan senjata Kontawijayadanu oleh sang rajadewa.

Di sisi yang lain, Adipati Karna sebagai seorang ksatria banyak melakukan manuver-manuver yang dapat dikatakan licik. Atas dasar itu pula akhirnya banyak orang memandang sosok Karna dengan stigma negatif. Kelicikan Karna antara lain dapat dilihat ketika ia mencoba memadu kasih dengan dewi Surtikanti, putera prabu Salya. Meskipun dewi Surtikanti belum memiliki suami, namun sebenarnya Karna sudah mengetahui bahwa pujaan hatinya tersebut merupakan calon istri Duryudana sekaligus calon permaisuri keraton Hastinapura. Tindakan Karna tersebut sebenarnya dapat dikatakan sebagai sebuah pengkhianatan, mengingat sang Adipati tersebut dengan terang-terangan selalu berkata berhutang budi kepada Duryudana. Hal ini pula yang menjadi indikasi bahwa Adipati Karna tidak dapat ditundukkan oleh siapa pun, bahkan oleh orang yang berjasa besar terhadap hidupnya. Manuver lain yang dilakukan oleh Karna adalah berpura-pura menjadi resi ketika berguru kepada resi Parasurama demi mendapat kesaktian.

Pada perang Bharatayudha Adipati Karna sempat berselisih dengan Bisma Dewabrata, kakek para Pandawa dan Kurawa. Perselisihan tersebut dipicu oleh penolakan Bisma akan kehadiran Karna dalam pasukannya. Sang resi Bisma tidak ingin Karna yang angkuh dan sombong menjadi salah satu punggawanya. Karena perselisihan itulah, Karna bersumpah tidak akan berperang di padang Kurusetra selama Bisma menjadi panglima perangnya. Namun ketika resi Bisma takluk di tangan Srikandi, Karna datang menjenguk sang resi yang sedang sekarat karena dihujam ribuan panah Srikandi. Pada pertemuan kedua tokoh tersebut, Karna dan resi Bisma saling meminta maaf atas kesalah masing-masing. Di akhir perbincangan mereka, sang resi meminta agar Karna bertempur di pihak Pandawa, apalagi Karna telah mengetahui bahwa mereka adalah adik-adik kandungnya sendiri. Namun pada saat itu Karna bersikukuh menolak permintaan sang resi dan tetap akan membela Kurawa.

Sebenarnya sebelum perang Bharatayudha terjadi, Karna sempat bertemu dengan dewi Kunti, ibu kandungnya. Pada pertemuan tersebut dewi Kunti memohon maaf atas kejadian masa lalu dan meminta agar Karna kembali bersama para Pandawa pada saat perang Bharatayudha nanti. Saat pertemuan itulah Karna menunjukkan keikhlasannya untuk memaafkan ibu yang pernah membuangnya. Meskipun ia menolak untuk membela para Pandawa, Adipati Karna menunjukkan dharma baktinya kepada dewi Kunti dengan bersumpah tidak akan membunuh adik-adiknya sendiri. Ia menjelaskan bahwa pemihakkannya kepada Kurawa tidak lain daripada pengabdiannya kepada ”kebenaran”, tanpa kehadirannya di pihak Kurawa, ia yakin kejahatan para Kurawa tidak akan pernah hancur. Alasan ini pula yang disampaikannya kepada bhatara Kresna ketika mencoba membujuknya membela untuk Pandawa. Meskipun telah ikhlas menerima dan memaafkan masa lalunya serta menerima posisinya sebagai kakak dari para Pandawa, tetap saja Adipati Karna selalu menunjukkan keangkuhannya ketika bertemu dengan adik-adik kandungnya sendiri, walaupun pada akhirnya ia memang tetap memegang teguh janjinya kepada dewi Kunti untuk tidak membunuh para Pandawa di perang Bhatarayudha.

…nyambung ke posting berikutnya part 2

Perihal blijul
Orang yang simpel dan sederhana. Suka tantangan dan suka menulis dari berbagi tulisan yang sekiranya menarik. Saya orang yang apa adanya. Lebih suka menggali diri sendiri dan keyakinan sendiri, tanpa bermaksud melukai orang lain. Jangan tersinggung dengan apa yang saya buat. Jika tak berkenan, jangan mampir ya.

2 Responses to KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (1)

  1. Ping-balik: KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (2) | pandejuliana

  2. Ping-balik: KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (4) | pandejuliana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebajikan & Kebenaran

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

Wahana08's Journey Weblog

mari berbuat untuk kebaikan

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

aryaoka blog

oka just oke...

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

%d blogger menyukai ini: