KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (3)

KEAGUNGAN KARNA SEBAGAI KSATRIA

Pada hari ke-17 perang besar Bharathayudha (Mahabharatha) mendekati usai, dengan kalahnya/robohnya Karna, Panglima Perang Astinapura saat itu di medan perang. Para Pandawa bergembira merayakan kemenangan besar tersebut. Sebaliknya, Kaurawa merasa kehilangan harapan sama sekali, sebab Karna adalah ksatria utama andalan mereka. Para Pandawa bersuka-cita atas kalahnya lawan berat mereka. Tetapi Krisna duduk terpisah dan tampak tenggelam dalam kesedihan. Arjuna datang  mendekatinya dan bertanya, kenapa beliau merasa sedih pada hari yang seyogyanya mereka patut bersuka-cita dalam menyambut  kemenangan. Krisna memberitahu Arjuna bahwa negara Bharatha telah kehilangan prajurit/ksatrianya yang sangat utama pada hari itu. Pahlawan yang telah membawa kejayaan dan nama baik Negara Bharatha, telah roboh menyedihkan.

“Aku merasa sedih karena negara telah kehilangan seorang pahlawannya yang begitu besar”. Mendengar kata-kata ini, Arjuna memandang Krisna dengan perasaan terkejut. Dia berkata, “Wahai Krisna, untuk memberi jaminan kemenangan pada Pandawa, tuanku telah memilih peran sebagai sais/kusir. Oleh karena itu, Pandawa memperoleh kemenangan. Bukannya bersuka-cita atas kemenangan ini, tetapi kenapa malah tuanku merasa sedih atas kekalahan musuh kita?”. Krisna menjawab, “Karna adalah perwujudan dari pengorbanan. Pengorbanan adalah identik dengan Karna. Di seluruh dunia engkau tidak bisa menemukan orang lain yang memiliki semangat pengorbanan seperti Karna. Dalam kegembiraan maupun duka-cita, kemenangan atau kekalahan, dia selalu siap untuk berkorban. Apakah engkau memiliki semangat berkorban seperti itu? Tidak!”. Lalu Krisna meminta Arjuna untuk mengikutinya.

Kegelapan merayap menyelimuti medan perang Kuruksetra, Arjuna terus mengikuti Krisna. Dengan suara manisnya Krisna berseru, “Karna…. Karna…!”. Karna bernafas tersengal-sengal, menjelang detik-detik terakhirnya. Mendengar ada orang memanggil namanya, Karna berteriak, “Siapa… siapa memanggilku? Aku di sini”. Mengikuti arah datangnya suara tersebut, Krisna mendekati Karna. Sebelum mendekati Karna, Krisna menyamar mengambil wujud sebagai seorang Brahmin yang miskin.

Karna bertanya kepada orang asing itu, “Tuan, anda siapa?”. Krisna sebagai Brahmin menjawab, “Sudah sejak lama aku mendengar tentang ketenaranmu sebagai seorang yang murah hati. Engkau telah memperoleh kemashyuran sebagai dhana  Karna (Karna-dermawan besar/the great giver). Hal ini aku datang untuk meminta sesuatu darimu. Aku harap engkau dapat memberiku sedikit derma/pemberian”. “Tentu, aku akan memberikan apa pun yang engkau inginkan dari diriku”, jawab Karna. “Aku akan melangsungkan pernikahan putraku. Aku perlu sedikit emas”, kata Brahmin (Krisna ) itu. “O, ya.. kasihan.. pergilah dan temui istriku, dia akan memberimu emas sebanyak yang kau butuhkan”, kata Karna.

Brahmin tersebut tertawa, dia berkata, “Apakah demi sedikit emas, aku harus pergi menyusuri sepanjang jalan ke Hastinapura? Jika engkau berkata bahwa engkau tidak berniat untuk memberi apa yang aku minta, aku akan meninggalkanmu”. Kemudian Karna membuka mulutnya, ia menunjukkan emas pada giginya dan berkata, “Aku akan memberikan ini untukmu, kamu bisa mengambilnya”. Dengan nada seolah-olah jijik, Brahmin (Krisna) berkata, “Apa ini yang kau sarankan? Apa engkau mengharap aku untuk merusak gigimu dan mengambil emasnya? Bagaimana mungkin aku bisa melakukan tindakan yang begitu sadis? Aku ini seorang Brahmin”.

……………..lanjut  ke postingan selanjutnya (part 4)…….

Perihal blijul
Orang yang simpel dan sederhana. Suka tantangan dan suka menulis dari berbagi tulisan yang sekiranya menarik. Saya orang yang apa adanya. Lebih suka menggali diri sendiri dan keyakinan sendiri, tanpa bermaksud melukai orang lain. Jangan tersinggung dengan apa yang saya buat. Jika tak berkenan, jangan mampir ya.

2 Responses to KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (3)

  1. Ping-balik: KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (2) | pandejuliana

  2. Ping-balik: KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (4) | pandejuliana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebajikan & Kebenaran

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

Wahana08's Journey Weblog

mari berbuat untuk kebaikan

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

aryaoka blog

oka just oke...

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

%d blogger menyukai ini: