KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (4)

lanjutan……. part 3

KARNA MEMPERSEMBAHKAN HATINYA SENDIRI KEPADA KRISNA

Segera Karna mengambil sebuah batu di dekatnya dan memukulkan pada giginya dan kemudian menyerahkannya kepada Brahmin tersebut. Krisna yang menyamar sebagai Brahmin ingin menguji lebih jauh, “Apa engkau memberiku gigi emas yang berlumuran darah sebagai derma (pemberian)? Maaf, aku tidak bisa menerima ini, aku akan pergi sekarang”, katanya.

Karna memohon pada Brahmin tersebut. “Swami, tunggu sebentar”. Meski pun dalam keadaan sulit bergerak, Karna dengan susah payah mengeluarkan panahnya dan membidikkan ke angkasa. Segera hujan tercurah dari awan. Setelah membersihkan gigi tersebut dengan air hujan, Karna menyerahkannya dengan kedua tangannya.

Melihat hal tersebut, Brahmin yang merupakan penyamaran dari Krisna kembali ke wujud aslinya sebagai Krisna. Karna terperangah; “Tuan, anda sesungguhnya siapa?”, Krisna berkata, “Aku Krisna, aku sungguh kagum dengan semangatmu dalam berkorban. Dalam keadaan/kondisi apa pun, semangat berkorbanmu tidak pernah pudar/mengendor. Mintalah kepadaku apa yang engkau inginkan!”.

Sembari memandang kemuliaan/keindahan wujud Krisna, Karna berkata dengan mencakupkan tangan, “Krisna! Aapadh baandhava (penolong bagi mereka yang menderita/sedih), Loka rakshaka (Pelindung Dunia)! Oo.. Tuhan, engkau yang menggenggam alam semesta di telapak tangan-Mu, berkah apa lagi yang perlu aku dapatkan dari diri-Mu? Saat-saat terakhir hidupku, aku sangat beruntung menutup mata sambil memandang wujudmu yang Ilahi. Ini rahmat yang luar biasa bagiku. Berkah ini sudah cukup bagiku. Dapat melihat wujud Tuhan sebelum ajal (seseorang meninggal) adalah tujuan/harapan bagi umat manusia. Engkau telah datang padaku dan merahmati aku dengan penampakan wujud-Mu, ini sudah cukup bagiku. Aku persembahkan salam hormatku kepada-Mu”.

Arjuna mengamati seluruh kejadian ini. Krisna berpaling pada Arjuna dan berkata, “Apa kamu memiliki jenis pengorbanan semacam ini?”, Arjuna menundukkan kepalanya, diam tanpa kata. Tuhan memuji keagungan sifat pengorbanan dalam diri seseorang. Dari semua jenis pengorbanan, yang paling mulia adalah pengorbanan untuk Tuhan (Of all kinds of sacrifice, the greatest is the sacrifice made for God”). “Oh  Tuhan! Hati yang telah engkau berikan kepadaku, aku persembahkan kepada-Mu. Apa lagi yang lain yang dapat aku persembahkan di kaki padma-Mu? Aku bersujud di hadapan-Mu, terimalah persembahanku”. Inilah doa yang diucapkan oleh Karna kepada Krisna.

***Demikianlah beberapa cerita tentang keagungan Karna sebagai Ksatria dan Dermawan. Mudah-mudahan penggalan cerita di atas (saya ambil dari Warta Hindu Dharma No.539 Nop 2011)  dapat menginspirasi kita semua.

Baca juga :

  1. Karna Sebagai Ksatria dan Dermawan (1) ;
  2. Karna Sebagai Ksatria dan Dermawan (2) ;
  3. Karna Sebagai Ksatria dan Dermawan (3) .

Perihal blijul
Orang yang simpel dan sederhana. Suka tantangan dan suka menulis dari berbagi tulisan yang sekiranya menarik. Saya orang yang apa adanya. Lebih suka menggali diri sendiri dan keyakinan sendiri, tanpa bermaksud melukai orang lain. Jangan tersinggung dengan apa yang saya buat. Jika tak berkenan, jangan mampir ya.

One Response to KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (4)

  1. Ping-balik: KARNA SEBAGAI KSATRIA DAN DERMAWAN (3) | pandejuliana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebajikan & Kebenaran

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

Wahana08's Journey Weblog

mari berbuat untuk kebaikan

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

aryaoka blog

oka just oke...

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

%d blogger menyukai ini: