KALA TATTWA (Purwa Gama Sesana)

BATARA KALA, gambar grafis Wayang Kulit Purwa Bali

Ada cerita di Purwa Gama Sesana, Kala Tatwa namanya. Diceritakan keadaan Bhatara Kala yang tak pernah puas memakan binatang dan manusia. Hingga akhirnya keberadaan binatang dan manusia itu hampir punah dimakan oleh Bhatara Kala. Oleh karenanya, manusia pada berlarian terbirit-birit sambil memanggil-manggil Tuhan Yang Maha Esa. Nah, pada saat manusia itu berlari-lari, saat itulah banyak yang mati. Sehari bisa sepuluh orang, biasa juga seratus, bahkan ada sampai seribu yang meninggal dalam satu hari. Hal ini dikarenakan ada yang jatuh ke jurang, ditabrak lahar, tertimpa gunung, dan semua itu adalah ulah dari Bhatara Kala. Hal ini ada dalam Purwa Gama Sesana, inilah kutipannya “tan weruh ring patinia”, tidak ada yang tahu, tidak ada firasat apa-apa tiba-tiba mati, seperti terkena air bah, seperti kejadian di Sumatera. Terkena api, jatuh ke jurang, semua itu akibat dimakan Bhatara Kala.

Manusia yang selamat dan masih sibuk terus memanggil-manggil Tuhan Yang Maha Esa, dan saat itu juga muncul sesosok perempuan tua dengan perawakan tunggal. Ialah yang menghadang Bhatara Kala untuk memakan manusia. Karena kesalnya, Bhatara Kala pun marah dan menerkam perempuan tua itu, tetapi tiba-tiba saja menghilang dan muncul lagi. Kemudian diterkamnya lagi perempuan itu dan menghilang lagi, seperti orang yang hendak menangkap asap, begitu diambil lenyap begitu saja. Akhirnya Bhatara Kala pun menangis, karena merasa dikalahkan oleh sosok perempuan tua yang bernama Sang Hyang Tunggal itu. Karena Bhatara Kala menangis, para manusia yang tadinya berlarian pun berhenti dan  bertanya “”Kenapa Bhatara Kala menangis, dan kenapa Ia tidak bisa menangkap orang tua itu, padahal ia seorang perempuan?”.

Nah pada saat itu semua melihat, seperti orang yang sedang menonton pertunjukan, melihat Bhatara Kala menangis. Kemudian muncullah Dewa Siwa dan Dewi Uma yang kemudian menyatakan bahwa, Bhatara Kala adalah putra mereka dan meminta maaf sekaligus memohon untuk meminta Bhatara Kala untuk dididik pada sosok perempuan tua yang merupakan penjelmaan Bhatara Tunggal yaitu Tuhan Yang Maha Esa.

Nah, pada saat itulah para manusia mendatangi Dewa Siwa. Pada saat inilah Dewa Siwa bersabda, “wahai manusia sekalian, aku tiada lain adalah Dewa Siwa, Dewi Uma, dan ini Bhatara Kala yang memakan saudara kalian semuanya. Sekarang aku bersabda pada kalian semua, yang pertama kalian wajib membangun ‘Sanggah Marong Tiga (kamulan), harus bakti pada leluhur dan bagi siapa yang tidak bakti, berhak dimakan oleh Bhatara Kala. Wahai kalian manusia, kalian diijinkan untuk membunuh binatang yang ada di dunia ini, karna aku yang telah mengijinkan dari dulu dan seterusnya.”

Setelah memberikan sabda, Bhatara Kala kemudian bertanya pada Bhatara Siwa, “Oh Dewa Siwa, apalagi yang bisa hamba makan, jika suatu saat nanti semua manusia bakti pada leluhurnya, apa yang bisa hamba makan? tolong berikan hamba kebijaksanaan agar ada yang bisa hamba makan lagi.” Setelah bertanya Dewa Siwa pun menjawabnya, “Oh begini putraku Bhatara Kala, sekarang aku akan memberikanmu anugrah, kau akan kuberikan tugas untuk mengawasi pelaksanaan upacara Panca Yadnya di muka bumi ini, engkau yang akan mengatur semuanya, baik-buruknya upacara itu. Jika ada yang melaksanakan upacara dengan keributan dan pertengkaran sebelum memulainya, maka engkau berhak memakan mereka. Jika ada rumah yang tidak diukur (nyikut karang secara aturan Bali), jika ada manusia yang membangun dengan kayu dari pohon yang tumbang dengan sendirinya, membangun rumah dengan kayu yang terlalu lama direndam, membangun rumah dengan kayu yang ditebang dan jatuh memotong jalan (megat jalan), maka engkau juga berhak memakan manusia yang menghuni rumah tersebut. Nah mulai sekarang engkau yang harus mengajarkan para manusia tentang aturan dalam membangun rumah dan mengukur pekarangan rumah. Jika pembangunan tersebut sudah selesai, maka wajib untuk diupacarai dengan ‘caru’ (melaspas),  jika tanpa ‘caru’ engkau berhak memakannya.”

Hal inilah yang menjadi dasar bahwa sejak saat itu, munusia khususnya umat Hindu harus melaksanakan upacara ‘pecaruan’ untuk seterusnya.

Sumber Cerita : I Nyoman Dana(40 th) asal  Dusun Tabu, Desa Selat, Klungkung.

…………lanjut baca BHATARA KALA (WAYANG  SAPULEGER)

………..baca juga  Mitologi Bhatara Kala Dalam Pewayangan Jawa

Perihal blijul
Orang yang simpel dan sederhana. Suka tantangan dan suka menulis dari berbagi tulisan yang sekiranya menarik. Saya orang yang apa adanya. Lebih suka menggali diri sendiri dan keyakinan sendiri, tanpa bermaksud melukai orang lain. Jangan tersinggung dengan apa yang saya buat. Jika tak berkenan, jangan mampir ya.

2 Responses to KALA TATTWA (Purwa Gama Sesana)

  1. Ping-balik: BHATARA KALA (WAYANG SAPU LEGER DALAM MITOLOGY BALI) « _pandejuliana_

  2. Ping-balik: Mitologi Batara Kala Dalam Pewayangan Jawa « _pandejuliana_

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebajikan & Kebenaran

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

Wahana08's Journey Weblog

mari berbuat untuk kebaikan

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

aryaoka blog

oka just oke...

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

%d blogger menyukai ini: