Puja Trisandhya (Tempat, Saat yang Tepat dan Sarana yang Digunakan)

Tempat, Saat yang Tepat dan Sarana yang Digunakan

Melaksanakan puja Tri Sandhya sangat baik dilaksanakan di tempat-tempat yang dipandang suci seperti pura, pamarajan, candi, puncak gunung atau bukit, mata air, tepi pantai dan pertemuan dua atau tiga buah sungai yang diyakini oleh umat Hindu sebagai tempat yang memancarkan gelombang kesucian. Bila kita melaksanakan Gayatri, mengucapkan Tri Sandhya di tempat-tempat yang dipandang suci, tentu pahalanya akan berlipat ganda. Mengapa hal itu bisa terjadi? Sebab tempat-tempat yang diyakini suci itu merupakan pusat-pusat ananda (kebahagiaan sejati), pancaran spiritual, yang tidak saja senang dikunjungi oleh orang yang mekar spiritualitasnya juga disenangi oleh roh-roh baik roh-roh suci maupun roh-roh yang karena karmanya menikmati penderitaan. Sampai areal telajakan (di sekitar areal suci), roh-roh tertentu tidak dapat memasuki areal yang suci itu. Umumnya bila kita menuju tempat-tempat yang diyakini suci atau memancarkan getaran kesucian, sebelum sampai ke tempat yang dituju, kadang-kadang bulu roma berdiri. Mengapa hal ini terjadi? Jawabannya secara sederhana, karena kita melewati pembatas antara lokasi roh-roh yang tidak dapat menuju tempat yang dipandang suci itu, akibatnya beberapa saat bulu roma berdiri tegak. Hal ini sangat berbeda rasanya bila kita menuju tempat atau jeroan (bagian dalam) yang diyakini suci. Pada area ini rasa gembira, senang, damai dan bahagia dapat dirasakan.

Kapankah saat yang tepat untuk melaksanakan puja Tri Sandhya? Seperti dimaklumi bahwa bait pertama dari seluruh mantram Tri Sandhya (jumlahnya 6 bait) adalah Gayatri Mantram, mantram yang sangat dikeramatkan dan diyakini menyucikan diri pribadi pemujanya. Pada mantram Gayatri yang menjadi Istadewata (dewata pujaan tertinggi manifestasi-Nya) adalah Sawitri, manifestasi Tuhan Yang Maha Esa sebagai pemberi inspirasi, dorongan untuk senantiasa berbuat baik. Dewi Sawitri disebut juga sebagai Bharati atau Saraswati (dewi kebudayaan dan kebijaksanaan).

Gayatri atau Sawitri adalah nama lain dari Surya, terutama dikaitkan dengan fajar, matahari pagi sebelum muncul di horison. Saat fajar disebut Brahmamuhurta, saat yang sangat baik melakukan pemujaan kepada-Nya. Mengingat kitab suci Weda (Rg.Weda V.54.6) mengamanatkan sembahyang tiga kali sehari, maka menurut Taittiriya Aranyaka sembahyang memuja dewi Sawitri hendaknya dilakukan pada saat fajar, matahari di atas kepala dan pada saat menjelang malam. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka puja atau sembahyang Tri Sandhya dilaksanakan tiga kali pada saat seperti tersebut di atas. Dalam kenyataannya, hampir setiap dilaksanakan persembahyangan bersama selalu dilaksanakan puja Tri Sandhya. Apakah hal itu tidak menyalahi ketentuan? Menurut hemat kami pelaksanaan puja Tri Sandhya sebelum sembahyang bersama adalah dalam rangka memasyarakatkan pelaksanaan puja Tri Sandhya tersebut, sembahyang sering dan banyak kali sangat baik dan sangat bermanfaat, karena kitab suci Weda, juga Bhagawadgita mengamanatkan hal itu. Siapa saja yang secara tekun memuja-Nya, mengingat-Nya, mengagungkan nama suci-Nya, maka Tuhan Yang Maha Esa akan turun menyelamatkan bhakta yang berhati mulia. Jadi puja Tri Sandhya wajib dilakukan secara rutin, tiga kali sehari. Bila siang hari tidak memungkinkan karena cuaca terlalu panas, maka dapat digantikan malam hari, menjelang tidur malam.

Hal yang sangat penting dalam pemujaan atau pelaksanaan Tri Sandhya adalah mengerti makna mantram-mantram yang diucapkan itu, sehingga melalui pemahaman terhadap arti dan makna puja Tri Sandhya, maka kita akan lebih mantap, yakin dan khusuk memuja keagungan-Nya.

Kini timbul pertanyaan, apakah dalam melaksanakann puja Tri Sandhya mutlak menggunakan sarana? Bila memungkinkan sangat baik menggunakan berbagai sarana sembahyang seperti bunga, dupa yang dinyalakan, air suci dan sejenisnya, tetapi bila hal itu tidak tersedia, maka cukup dengan sikap amustikarana, cakupan dua tangan di dada, kedua ibu jari bertemu, empat jari kanan ditutup dengan keempat jari kiri, didahului dengan pranayama (pengaturan nafas) supaya tarikan dan hembusan nafasnya lembut. Seseorang yang nafasnya lembut diyakini memiliki umur yang panjang.

(Sumber : Titib, I Made. 2003. Tri Sandhya, Sembahyang dan Berdoa. Surabaya-Paramita.)

Bacaan lainnya :

  1. Mantram (Pengertian dan Fungsi);
  2. Puja Tri Sandhya (Pengertian dan Sikap Tri Sandhya);
  3. Puja Tri Sandhya (Tempat, Saat yang Tepat dan Sarana yang Digunakan);
  4. Puja Tri Sandhya (Sumber Teks, Terjemahan dan Pemahamannya).

Perihal blijul
Orang yang simpel dan sederhana. Suka tantangan dan suka menulis dari berbagi tulisan yang sekiranya menarik. Saya orang yang apa adanya. Lebih suka menggali diri sendiri dan keyakinan sendiri, tanpa bermaksud melukai orang lain. Jangan tersinggung dengan apa yang saya buat. Jika tak berkenan, jangan mampir ya.

4 Responses to Puja Trisandhya (Tempat, Saat yang Tepat dan Sarana yang Digunakan)

  1. Ping-balik: Puja Tri Sandhya (Pengertian dan Sikap Tri Sandhya) « _pandejuliana_

  2. Ping-balik: Puja Tri Sandhya (Sumber Teks, Terjemahan dan Pemahamannya) « _pandejuliana_

  3. Ping-balik: Mantram (Pengertian dan Fungsi) « _pandejuliana_

  4. Ping-balik: MAKALAH AGAMA HINDU : TRI SANDYA SEBAGAI MEDIA PENYUCIAN DIRI | Karuni_a_Karuni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebajikan & Kebenaran

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

Wahana08's Journey Weblog

mari berbuat untuk kebaikan

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

aryaoka blog

oka just oke...

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

%d blogger menyukai ini: