Tenggelam Dalam Terang Cahaya Kasih (Dharma Wacana)

NASKAH DHARMA WACANA REMAJA PUTRA

UDG XI Tingkat Nasional di Bali 2011 – UTUSAN NTB

Om Avighnam Astu Namo Siddham

Om Swastyastu

Bapak-bapak, ibu-ibu, umat se-Dharma yang berbahagia. Ijinkan sejenak saya memanjatkan puja dan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat berlimpah dari beliau hari ini saya bisa berada disini untuk membawakan Dharma Wacana yang mengangkat tema tentang Cinta Kasih, dan lebih khusus saya beri judul yaitu “Tenggelam Dalam Terang Cahaya Kasih”.

“Om Gurur Brahma, Gurur Wishnu, Gurur Devo Maheswarah, Gurur Saksat Param Brahma Tasmae Shri Guruve Namaha”.

“Engkau adalah Brahma, Engkau adalah Wishnu, dan Engkau adalah yang Maha Agung  Maheswarah, Engkau Guru Sejati dan Utama yang selalu meberi bimbingan”.

Hadirin yang berbahagia,

Saat ini kita berada pada jaman dimana umat manusia dihadapkan pada era yang lebih banyak mempertontonkan keangkuhan, keserakahan, serta sifat ke-tidak pedulian manusia terhadap sesama. Sangat sedikit sekali kisah keseharian dari kehidupan kita yang menggambarkan rasa simpati, rasa senasib sepenanggungan, apalagi hasrat untuk berbagi antara satu dengan yang lainnya. Jikapun ada frekuensinya relative sangat sedikit. Kalaupun seseorang atau sebuah lembaga mengadakan kegiatan kemanusiaan, itupun tidak terlepas dari keinginan untuk menunjukkan identitas, ego, bahkan hanya sekedar skenario untuk tujuan dibelakang yang ujung-ujungnya hanya untuk kepentingan pribadi.

Akar dari makna Cinta Kasih adalah perbuatan yang selalu dilakukan untuk memberikan sesuatu yang bermanfaat untuk kita semua. Di dasarkan pada pemahaman bahwa kerja yang kita lakukan adalah sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan, serta akan menjadi sangat mulia, tatkala kerja yang kita lakukan tidak berdasarkan keinginan untuk mendapatkan pamrih yang berlebihan, ataupun semacam teori berdagang yang hendak diterapkan, karena selalu mengharapkan keuntungan dari setiap kerja yang dilakukannya.

Di dalam Bhagavat Githa II.47

Karmany eva dikaras te

Ma phalesu kadacana

Ma kharma phala Hetur bhuh

Ma te sango astu akamany

Sebuah pesan yang sangat dalam untuk dicatat didalam batin semua orang bahwa:

“Engkau berhak melaksanakan tugas dan kewajibanmu, yang telah ditetapkan, tetapi engkau tidak berhak atas semua hasil perbuatanmu. Jangan menganggap dirimu penyebab hasil kegiatnmu, dan jangan terikat pada kebiasaan tidak melaksanakan kewajibanmu”.

Kedalaman pesan Githa tadi mensyaratkan kita akan sebuah kewajiban yang jangan pernah ditinggalkan, apalagi kesempatan berbuat yang diberikan kepada kita adalah sebuah usaha untuk membuat hidup kita lebih bermanfaat untuk orang banyak, maka tiada dalil lain yang dapat membantahnya bahwa ini semua harus kita jalankan. Terlepas dari hasilnya nanti bukanlah menjadi target utama, melainkan menenggelamkan diri, dalam sebuah proses menggetarkan diri, tersentuh oleh kasih yang suci adalah kemuliaan tiada tara. Karena proses jauh lebih penting dari pada hanya sekedar hasil.

Bapak/ibu, umat se-Dharma yang berbahagia,

Bhagavat Githa II.70           

Apuryamanam acalya prasistam

Samudram apah prawicanti yadwat

Tadwat kama yan prawicanti sarwe

Sa santim apnoti na kama-kami

“Hanya orang-orang yang tidak terpengaruh oleh arus keinginan, yang mengalir terus menerus yang masuk bagaikan sungai-sungai kedalam lautan, yang senantiasa diisi tetapi selalu tetap tenang untuk mencapai kedamaian bukan orang-orang yang berusaha mengisi keinginan itu yang dapat mencapi kedamaian”.

Adakalanya perbuatan-perbuatan manusia digerakkan oleh sebuah mesin diktator bernama keinginan. Tatkala mesin ini diberikan kesempatan untuk berkuasa maka sebuah gerbang kegelisahan telah terbuka, menunggu untuk menjadikan carut-marut lingkaran perjalanan hidup. Belajar dari pesen-pesan penuh makna nilai kasih saynag ini, saya mohon kepada para hadirin untuk sejenak membuka ruang hati masing-masing untuk sebuah pembelajaran tentang Cinta Kasih dari sekuntum bunga yang slalu hadir disekitar kita.

Ada 4 pesan yang ingin dititipkan kebatin kita semua oleh Sang BUNGA yaitu :

  1. 1.      Bunga selalu berusaha menuju dan mengarah ke atas,

Setiap perjalanan rohani seharusnya membuat kita semakin bergerak maju, mengurangi beban-beban keinginan duniawi, sehingga membuat langkah kita semakin ringan hingga pada akhirnya membawa kita keatas menuju perdamaian. Bunga sudah melakukannya bahkan diranting yang terendahpun bunga selalu berusaha untuk mengarahkan dirinya keatas, seolah-olah berpesan, “Lepaskanlah bebanmu, egomu, mari kita bergerak untuk maju”.

  1. 2.      Bunga selalu memancarkan aroma keharuman

Tak terbantahkan bahwa sebagian besar dari bunga memancarkan aroma keharuman, tidak perduli apakah dia tumbuh di sawah, di ladang, di pinggir jalan, atau bahkan di pinggir got sekalipun bunga tidak tergoyahkan. Dengan tangan kanan atau tangan kiri digunakan untuk memetik bunga tadi lagi-lagi bunga tak terpengaruh, dia selalu hadir dengan keharuman yang sempurna.

 

  1. 3.      Bunga tidak pernah menuntut dan tidak mengeluh

Kehidupan semestinya berubah, karena tiada yang kekal kecuali perubahan itu. Tatkala bunga harus digantikan keberadaannya oleh buah maka bunga menunjukkan sebuah pelajaran yang tak ternilai, yaitu “Jangan pernah mengharapkan kehidupanmu berjalan sesuai dengan keinginanmu, tatkala kebahagiaan datang bersiaplah menerima penderitaan diputaran waktu berikutnya”. Bunga tidak pernah menuntut dan tidak mengeluh ketika posisinya harus digantikan oleh buah.

  1. 4.      Pelajaran terakhir dan paling utama dari bunga, yaitu:

Bahwa manakala dia harus gugur dan rontok ke tanah, sebuah pengorbanan besar tanpa pamrih ia lakukan, yaitu dengan membiarkan dirinya hancur terurai, kemudian menjadi pupuk penyubur bagi tanaman yang ada disekitarnya. Pesan penuh makna nilai kasih sayang ini hendak disampaikan kepada kita yang hidup ini, bahwa manakala dalam keadaan serba kekurangan, bahkan ketika penderitaan datang dia masih sempat membuat hidup lebih bermanfaat untuk makhluk lain. Nah, pertanyaannya adalah: “Adakah diantara kita yang bersedia mengikuti langkah Sang Bunga tadi?”.

Para hadirin yang terkasih,

Di dalam diri kita sudah ada bibit kasih sayang dan kedamaiaan, perjalanan latihan bergerak semakin sempurna. Ketika manusia dalam kesehariannya rajin menyirami bibit kasih sayng dan kedamaiaan, serta berhenti menyirami bibit kebencian dan kemarahan. Satu-satunya jalan adalah dengan mempraktikkan akan damainya sebuah “Cinta Kasih”. Dia bisa seteguh karang dan se-menyentuh embun pagi yang sejuk dan menyegarkan. Berangkat dari sentuhan-sentuhan hangat kasih sayang, tidak seharusnya kita saling membenci, dan tidak mesti ada persaingan dengan menyakitai yang lainnya. Bila bibit kasih yang kita tanam kemudiaan diairi dengan siraman keikhlasan, serta di pupuk dengan keheningan, maka suatu saat akan mekar bunga-bunga kebahagiaan sejati (Sat cit Ananda) selanjutnya akan bermunculan buah-buah kebebasan tanpa keterikattan.

Seorang Guru Agung pernah berkata :

“Selain Tuhan tiada orang yang memiliki kemampuan untuk berdiam di dalam dirimu”. Mungkin terdapat segelintir orang yang mengatakan bahwa mereka adalah teman atau sahabat sejatimu, namun cobalah renungkan, “Apakah mereka bisa “tinggal” di dalam dirimu?” ketahuilah bahwa sahabat-sahabat duniawi bersifat eksternal. Sedangkan sahabat sejatimu ada di dalam dirimu, dan dia adalah perwujudan Tuhan, yaitu Cinta Kasih. Batin yang di landasi Cinta Kasih terhadap Sang Hyang Widhi tidak akan terpengaruh oleh gelombang pasang surut kehidupan ini, persis seperti seorang pasien yang telah di bius tidak akan merasakan sakit akibat sayatan pisau ahli bedah, Cinta Kasih seperti ini akan mencapai kemenangan.

Kemurnian jiwa akan terbentuk manakala praktik spiritual berupa tidak menyakiti atau tanpa kekerasan adalah menjadi tujuan akhirnya, dan cinta kasih adalah akar dari sikap tidak menyakiti atau Ahimsa ini. Ahimsa Paro Dharma, tanpa kekerasan adalah dharma yang tertinggi, tidak mungkin rasanya seseorang mengatakan bahwa diri-Nya telah mengembangkan kasih sayang, namun orang tersebut belum paham akan konsep Ahimsa.

Bapak/ibu, umat se-Dharma,

Jika manusia ingin menikmati kebahagiaan yang langgeng maka dia harus menemukan sumber dari kebahagiaan tersebut, dan sumber itu adalah kasih. Di dunia ini tiada yang lebih Agung daripada kasih. Segala sesuatu tentu ada harganya. Harga yang harus di bayar untuk menikmati kebahagiaan sejati adalah dengan kasih yang suci, tanpa kasih tidak ada objek yang memberikan kebahagiaan sejati. Oleh karena itu harta utama manusia adalah kasih. Setiap orang harus berusaha untuk memperoleh harta ini, karena dengan harta ini manusia dapat menikmati kebahagiaan sejati. Kasih Tuhan atau kasih yang suci ini, jangan dianggap sebagai sesuatu yang “Adikodrati” atau “Asing bagi manusia”, ubahlah kebencian menjadi kasih, ubahlah kemarahan menjadi kasih, bila hati manusia penuh dengan kasih maka seluruh dunia akan menjadi menyenangkan.

Di dalam Atharwa Veda 10.6.1

Arartiyobratyasa duhardo dwisatah sirah api vriscamyojasa

“Aku dengan kekuatan-Ku, akan menghancurkan orang-orang yang memiliki sifat rakus, tidak bersahabat, berhati yang jahat, dan membenci orang lain”.

Dalam konsep Veda sudah dibahas dengan jelas “Vasudaiva Khuthumbakam” bahwa seluruh dunia adalah sebuah keluarga besar, sehingga kita harus hidup dalam persaudaraan. Dua jenis hubungan akan berjalan lancer di dunia ini, yang pertama: apabila hubungan tersebut dijalankan atas dasar Dharma. Seperti hubungan antara orang tua dengan anak, persahabatan, dan pemimpin dengan rakyatnya. Apabila kita menjalankan hubungan-hubungan tersebut atas dasar “Dharma” maka dia akan memberikan kebahagiaan dan kedamaian. Tetapi, apabila kita menjalankan hubungan tersebut atas dasar Artha dan Kama, maka hubungan itu tidak akan bisa berjalan lama, sehingga suatu saat dia pasti akan putus. Seperti halnya pada jaman sekarang, hampir semua Negara ingin menjalankan hubungan atas dasar (ekonomi) atau Artha, dan hanya ingin mencari keuntungan. Hubungan seperti ini tidak akan bisa berjalan lama karena hanya berdasarkan keuntungan. Demikian pula hubungan yang dijalankan atas dasar Kama.

Kebencian adalah sumber kehancuran, contohnya Duryudana dalam seluruh hidupnya membenci Pandava, sehingga kebencian itu menghancurkan dirinya sendiri. Seseorang yang membenci orang lain, pertama-tama akan menghancurkan kesehatannya, kemudian akan kehilangan kehormatan di dalam masyarakat. Oleh karena itu kita harus berbahagia melihat kemajuan orang lain. Bukan malah sebaliknya, membenci mereka. Apabila manusia memiliki sifat rakus, tidak bersahabat, berhati yang jahat, dan membenci orang lain, maka Tuhan akan memberikan hukuman sehingga suatu saat dia pasti akan dihancurkan. Tetapi apabila sebaliknya, apabila seseorang membantu orang lain maka seluruh umat manusia akan hidup dalam persaudaraan, dengan hati yang penuh dengan “Prema” (Cinta Kasih), dan menganggap semua makhluk adalah sama, maka dia akan di berikan kebahagiaan dalam proses menuju kesempurnaan.

Dalam Nitisataka sudah di bahas tentang kualitas-kualitas baik yang harus di miliki oleh manusia, dan menjauhkan diri dari kejahatan dalam rangka menuju kebaikan. Apabila manusia memiliki sifat-sifat kebaikan, maka sifat-sifat seperti iri hati, kebencian, dan sifat-sifat buruk lainnya akan meninggalkan kita, sehingga kita akan bersahabat dengan semua umat manusia.

“Cabang pohon akan merunduk kita mereka penuh dengan buah, Awan akan merendah ketika mereka penuh dengan uap, dan orang baik akan menjadi berhati yang lembut karena kemamuran” itulah sifat orang yang suka membantu orang lain.

Para hadirin yang terkasih,

Kasih merupakan sifat dasar dan alami dari manusia. Memberikan ruang yang cukup untuknya berkembang maka membuat bungan kasih bermekaran dimana-mana. Disana, disini, di dalam diri bapak-bapak semua, dihati ibu-ibu semua, di lubuk hati saya yang terdalam, serta di seluruh ruang-ruang di jagat raya ini. Nah, satu lagi pertanyaan mendasar untuk kita semua yang hadir disini, “Setujukah bapak-bapak, ibu-ibu, dan umat se-Dharma yang hadir disini, bahwa dengan cinta membuat kita hidup sampai saat ini?” “Atau, adakah yang mencoba untuk membantahnya?”.

Para hadirin yang berbahagia,

Demikian tadi Dharma Wacana yang dapat saya hadirkan, di hadapan bapak-bapak, ibu-ibu, dan umat se-Dharma yang hadir disini. Tentunya, tersirat di dalam lubuk hati yang paling dalam akan sebuah harapan agar kiranya Dharma Wacana ini bisa menjadi bahan perenuangan untuk kita semua yang hadir di sini, paling tidak apa yang menjadi judul dari materi tersebut bisa terwujud, dengan mengajak semua yang hadir disini untuk sejenak, “Tenggelam dalam terang cahaya kasih”. Terima kasih atas perhatiaannya, mohon maaf yang setulus-tulusnya apabila terdapat kesalahan baik materi, kata-kata, maupun penyampaian semua ini. Mohon ijin saya akhiri dengan Parama Santi.

-Om Santi, Santi, Santi, Om-

Perihal blijul
Orang yang simpel dan sederhana. Suka tantangan dan suka menulis dari berbagi tulisan yang sekiranya menarik. Saya orang yang apa adanya. Lebih suka menggali diri sendiri dan keyakinan sendiri, tanpa bermaksud melukai orang lain. Jangan tersinggung dengan apa yang saya buat. Jika tak berkenan, jangan mampir ya.

5 Responses to Tenggelam Dalam Terang Cahaya Kasih (Dharma Wacana)

  1. Muhammad Dharma mengatakan:

    Yakinilah bahwa Allah SWT Pencipta, Pemilik, Penguasa Alam semesta dan segala-galanya ini adalah Ahad, Satu “Tunggal”, dan tanpa sekutu. Dan Cintailah Allah melebihi dari apapun dan siapapun lalu Kasih sayangilah sesamamu karena Allah, sebagaimana Allah telah Mengasih Sayangimu! “Inilah Jalan Yang Lurus Itu”! Jalannya Orang-orang yang Allah telah diberi nikmat sebelum kita yaitu Para Nabi, Orang-orang Benar dan Jujur, Para Pejuang Agama yang Ikhlas, Para pelaku Kebajikan karna Allah SWT lalu ikutilah Akhlak dan Cara-cara ibadah Nabi Muhammad Saw dengan Ikhlas dan Khusyuk”Sungguh-sungguh”. Inilah Yang dikehendaki Allah SWT didalam Al Qur’an!

    Kenapa harus meyakini Allah itu Ahad, Tunggal? Sebab perbedaan Agama sama sekali tidak bisa membuktikan bahwa berbeda pula Pencipta, Pemelihara dan Yang Berkuasa atas manusia dan semua mahkluk yang ada dialam semesta ini. Dan setiap pelopor agama yang benar pasti mengajak dan mengajar pengikutnya untuk mengenal, mendekatkan diri dan bersyukur kepada Pencipta yang Tunggal itu tanpa perantara! Sebab terputusnya hubungan manusia dengan Penciptanya menyebabkan manusia akan lebih cenderung mengikuti nafsunya sendiri atau nafsu orang lain. Yang akhirnya mereka saling berharap dan menyembah kepada sesama makhluk. Jika kita mensekutukan-NYA dengan mahkluk pasti kita akan lebih mencintai makhluk dan membenci lalu melupakan dan tidak Memuliakan-NYA dengan sebenarnya. Ketahuilah Inilah yang menjadi penyebab awal terjadinya berbagai macam ragam kerusakan dimuka bumi ini dan penyebab pertumpahan darah yang tidak manusiawi dan penyebab hilangnya harmonisasi antar sesama manusia, mahkhluk dan alam sejak awal kemanusiaan. Mustahil dan Dusta jika ada yang mengatakan Kuasa mendamaikan dan mensejahterakan apa yang ada dimuka bumi selain mengajak kembali manusia-manusia itu kepada Penciptanya sesuai fitrahnya!

    Sedikit untuk dipikirkan dan dipahami bahwa “Firman (Sabda, Perkataan, Perintah) itu berasal dari Allah tetapi Firman bukanlah berarti Allah dan Allah juga Bukan Firman” Tetapi Allah menciptakan Langit, Bumi maupun benih calon jasad Isa As didalam rahim ibunya cukup hanya dengan Firman-NYA (Perkataan, Sabda) saja, maka terwujudlah apa Yang Dikehendaki-NYA dan Nggak perlu repot-repot! Dengan demikian Langit, Bumi atau Isa As bukanlah anak Allah sebab diciptakan langsung dengan Firman-NYA, Sebagaimana Allah juga pernah menciptakan jasad Adam As dan setelah sempurna kejadiannya lalu Allah meniupkan ruh-NYA kedalam jasad Adam, dan ini juga menunjukkan bahwa Adam juga bukanlah Allah, meskipun ruh itu berasal dari Allah, sebagaimana juga dengan manusia turunan Adam dan Hawa! Maka mereka yang berasal dari Allah maka akan kembali kepada Allah, sedangkan jasad berasal dari bumi akan kembali kebumi! Jika ruh maunya kembali kebumi disebabkan dalam hidupnya cinta sangat kepada bumi, maka akan terkurunglah mereka didalam kubur-kubur itu!

    Selanjutnya Kenapa kita harus mencintai Allah SWT dengan sedemikian rupa melebihi apapun atau siapapun? Sebab, lihatlah semua yang pernah kita miliki dan cintai, dimanakah mereka? dan yang sekarang kita cintai pasti juga akan meninggalkan kita atau kita yang pasti akan meninggalkannya, bahkan jasad kita sendiri yang selama ini kita anggap milik kita , suka ataupun tidak suka! Tetapi jika kita mencintai Allah SWT, maka kita telah menambatkan cinta kita pada Satu Zat Yang Kekal Yang Pengasih lagi Penyayang yang mana kita sesungguhnya tidak pernah berpisah denganNYA dan justru kita akan pergi meninggalkan dunia ini untuk menemuiNYA dan tinggal dalam Naungan Kasih Sayang-NYA Yang Abadi. Jika DIA membalas cinta kita dan mengasih sayangi kita, bukan hal yang sulit bagi Allah SWT itu untuk mengembalikan apa yang pernah kita miliki dan senangi atau sayangi didunia ini, “Inilah Air Kehidupan Kekal itu! “

    Dan Apa pendapat dan bagaimana keadaan kita jika kita kelak menemui-NYA dalam keadaan membenci, memusuhi dan sombong kepada-NYA? Atau siapa yang kuasa memberikan tubuh-tubuh yang baru bagi seluruh manusia setelah tubuh-tubuh yang lama itu telah menjadi tanah atau abu?

    Yah, harus kita akui babak belurnya kehidupan manusia sejak dahulu kala disebabkan tipis bahkan hilang kasih “amal shaleh” di jiwa-jiwa manusia, dimana hilang Kasih pasti disitu akan timbul serakah dan dengki sebagai sifat awal dari berbagai kejahatan di muka bumi ini, maka Kasihilah sesamamu sebagaimana kamu ingin dikasihi. Inilah pendapat yang umum Tetapi perlu saudara ingat Iman tidak bisa dipisah atau disamakan dengan kasih sebab bagaimana kita bisa mengasihi sesama jika sebelumnya kita tidak terlebih dahulu DiKasih sama Allah SWT, contoh konkrit Jikalau Allah SWT itu tidak kasih jantung kita berdenyut lagi, apa yang bisa kita “kasih” kepada sesama? Sebab itulah mengasihi sesama dengan menghilangkan “ Sumber Utama” yang menyebabkan “ada” yang untuk dikasih, Itu dihilangkan atau dikaburkan maka dengan demikian kita akan menjadi orang-orang yang tidak mengenal dan bersyukur kepada Allah Yang Suci dan Tinggi itu sebagai Penyebab Awal segala sesuatunya dan kita akan menjadi sombong dan menganggap bahwa kita bisa karena usaha kita, karena kehebatan kita dan lain-lain, lalu lupa dirilah kita, sebab kita telah melupakan Pencipta kita!

    Dan selanjutnya kita juga harus memahami bahwa Kasih itu jika tidak disertai Sayang maka kasih itu cenderung bersifat pamrih dan tidak ihklas, bahkan tak jarang mengharap balik lebih, maka ” Kasih sayangilah sesamamu karna Allah! Sebagaimana Allah SWT telah Mengasih Sayangimu! Contoh : matahari itu siapakah yang menciptakan? Jasad dan Otak kita agar bisa berpikir, hati untuk memahami, perasaan untuk bisa merasakan. Dan Bibit yang kita tanam untuk makanan itu siapakah yang menciptakan dan menumbuhkannya? udara yang kita hirup, air yang kita minum, binatang yang kita makan, ibu/bapa, istri/suami, anak-anak, dan jika kita disuruh menghitung niscaya kita pasti tidak mampu, dan milik siapakah semua itu? Allah itu Pengasih lagi Penyayang dan sebab Kasih Sayangnyalah kita semua ada, atau taukah kita dimana keberadaan kita ketika kita dalam keadaan tidur nyenyak atau pingsan”tidak sadar” ? bukan keberadaan kita dimuka bumi ini tidak kuasa terus menerus mengatur dan menjaga yang kita anggap milik atau dalam kekuasan kita tanpa tidur “Off” atau mati? lagi pula Allah SWT itu pulalah yang telah menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung baik kehidupan kita sekarang didunia ini dan setelah kita meninggalkan dunia ini, atau kepada siapakah kita akan kembali setelah mati nanti?

    Sedang iblis itu serakah dan pendengki kepada turunan Adam dan seluruh ajarannya berawal dari serakah, dengki, dendam! Dan seluruh kejahatan dimuka bumi ini berawal dari serakah dan dengki! dan pengikut-pengikut iblis ini akan kembali kepada iblis itu sebagai piaraannya atau anak-anaknya untuk bersama-sama ke neraka, sebab untuk merekalah neraka itu diciptakan oleh Allah SWT sebagai Keadilan dari-NYA, Sebagai tempat pembalasan yang setimpal dari keingkaran dan perbuatan-perbuatan jahat mereka. Jika tidak demikian untuk apakah Neraka itu diciptakan? Atau suruhlah mereka untuk tetap hidup dimuka bumi ini dan jangan mati jika memang mereka kuasa. Jika bisa mereka hidup selama-lamanya dimuka bumi berarti berita ini hanya rekayasa saja. Namun bagi orang-orang yang sadar, bertaubat lalu mengadakan perbaikan2 dan kebajikan-kebajikan yakinlah, Pasti mereka akan menemui sesungguhnya Allah itu Penerima taubat, Pengasih lagi Penyayang kepada hamba-hamba-NYA.

    Lalu, Kenapa harus mengikuti Akhlak dan cara-cara ibadah yang diajarkan nabi Muhammad SAW? Sebab Akhlak beliau itu adalah Benar dan jujur, amanah, tanggung jawab, menyampaikan, dan cerdas! lagipula seluruh ibadah yang diajarkannya adalah cara paling efektif, suci, langsung , dekat dan bebas dari perantara atau pengaruh pihak ketiga, Sebab siapakah manusia yang tidak ingin kenal dan dekat dan dapat berhubungan langsung dengan Penciptanya? Yang sebenarnya selama ini hanya DIA lah Satu-satunya yang Kuasa untuk setiap saat melihat, mendengar dan mengabulkan setiap doa semua ciptaan-NYA yang kita tidak akan pernah sanggup menghitung jumlah mahkluk-NYA.

    Lalu Kenapa harus bersyahadat Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasululla = Aku Menjadi saksi Tidak ada Yang Kuasa Selain Allah dan menjadi saksi Muhammad adalah utusan Allah? Ini adalah Keimanan yang benar yang mengakui hanya Allah SWT lah“Pencipta, Pemilik dan Penguasa” Alam semesta dan segala-galanya ini tanpa sekutu” dan Muhammad SAW hanyalah seorang manusia dan hamba Allah yang diutus oleh Allah SWT.

    Lalu kenapa pula harus bershalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya? Sebab agar pengikutnya jangan sekali-sekali meminta dan berharap kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, sebagaimana yang terjadi kepada agama-agama sebelumnya mereka meminta pertolongan kepada Nabi-nabi, orang-orang yang dianggap suci atau memiliki kelebihan yang akhirnya tak jarang menyembah mereka! Shalawat ini hanyalah proteksi bagi pengikutnya, agar sejarah kebodohan manusia yang menyembah dan berharap-harap kepada manusia lain, mahkluk-makhluk atau benda-benda mati ,tidak terulang-ulang! Demi Kemulian manusia itu sendiri yaitu hanya Menyembah dan berharap kepada Pencipta ,Pemilik dan Yang Berkuasa atas jiwa raga manusia itu sendiri dan makhluk seluruhnya.

    Akhirnya segala urusan kembali kepada Allah sebab Hanya Allah lah Yang Paling mengetahui dan Yang menentukan segala-galanya. Sedangkan aku tidak mengetahui kecuali apa yang diberitahukan-NYA kepadaku sesuai kemampuanku!

    Pikirkanlah, Renungkanlah, bacaan ini dengan tanpa diiringi oleh rasa kebencian, dendam, serakah ataupun dengki!

    Oleh : Muhammad Dharma

  2. Muhammad Dharma mengatakan:

    “CAHAYA CINTA KASIH”
    Yakinilah bahwa Allah SWT Pencipta, Pemilik, Penguasa Alam semesta dan segala-galanya ini adalah Ahad, Satu “Tunggal”, dan tanpa sekutu. Dan Cintailah Allah melebihi dari apapun dan siapapun lalu Kasih sayangilah sesamamu karena Allah, sebagaimana Allah telah Mengasih Sayangimu! “Inilah Jalan Yang Lurus Itu”! Jalannya Orang-orang yang Allah telah diberi nikmat sebelum kita yaitu Para Nabi, Orang-orang Benar dan Jujur, Para Pejuang Agama yang Ikhlas, Para pelaku Kebajikan karna Allah SWT lalu ikutilah Akhlak dan Cara-cara ibadah Nabi Muhammad Saw dengan Ikhlas dan Khusyuk”Sungguh-sungguh”. Inilah Yang dikehendaki Allah SWT didalam Al Qur’an!

    Kenapa harus meyakini Allah itu Ahad, Tunggal? Sebab perbedaan Agama sama sekali tidak bisa membuktikan bahwa berbeda pula Pencipta, Pemelihara dan Yang Berkuasa atas manusia dan semua mahkluk yang ada dialam semesta ini. Dan setiap pelopor agama yang benar pasti mengajak dan mengajar pengikutnya untuk mengenal, mendekatkan diri dan bersyukur kepada Pencipta yang Tunggal itu tanpa perantara! Sebab terputusnya hubungan manusia dengan Penciptanya menyebabkan manusia akan lebih cenderung mengikuti nafsunya sendiri atau nafsu orang lain. Yang akhirnya mereka saling berharap dan menyembah kepada sesama makhluk. Jika kita mensekutukan-NYA dengan mahkluk pasti kita akan lebih mencintai makhluk dan membenci lalu melupakan dan tidak Memuliakan-NYA dengan sebenarnya. Ketahuilah Inilah yang menjadi penyebab awal terjadinya berbagai macam ragam kerusakan dimuka bumi ini dan penyebab pertumpahan darah yang tidak manusiawi dan penyebab hilangnya harmonisasi antar sesama manusia, mahkhluk dan alam sejak awal kemanusiaan. Mustahil dan Dusta jika ada yang mengatakan Kuasa mendamaikan dan mensejahterakan apa yang ada dimuka bumi selain mengajak kembali manusia-manusia itu kepada Penciptanya sesuai fitrahnya!

    Sedikit untuk dipikirkan dan dipahami bahwa “Firman (Sabda, Perkataan, Perintah) itu berasal dari Allah tetapi Firman bukanlah berarti Allah dan Allah juga Bukan Firman” Tetapi Allah menciptakan Langit, Bumi maupun benih calon jasad Isa As didalam rahim ibunya cukup hanya dengan Firman-NYA (Perkataan, Sabda) saja, maka terwujudlah apa Yang Dikehendaki-NYA dan Nggak perlu repot-repot! Dengan demikian Langit, Bumi atau Isa As bukanlah anak Allah sebab diciptakan langsung dengan Firman-NYA, Sebagaimana Allah juga pernah menciptakan jasad Adam As dan setelah sempurna kejadiannya lalu Allah meniupkan ruh-NYA kedalam jasad Adam, dan ini juga menunjukkan bahwa Adam juga bukanlah Allah, meskipun ruh itu berasal dari Allah, sebagaimana juga dengan manusia turunan Adam dan Hawa! Maka mereka yang berasal dari Allah maka akan kembali kepada Allah, sedangkan jasad berasal dari bumi akan kembali kebumi! Jika ruh maunya kembali kebumi disebabkan dalam hidupnya cinta sangat kepada bumi, maka akan terkurunglah mereka didalam kubur-kubur itu!

    Selanjutnya Kenapa kita harus mencintai Allah SWT dengan sedemikian rupa melebihi apapun atau siapapun? Sebab, lihatlah semua yang pernah kita miliki dan cintai, dimanakah mereka? dan yang sekarang kita cintai pasti juga akan meninggalkan kita atau kita yang pasti akan meninggalkannya, bahkan jasad kita sendiri yang selama ini kita anggap milik kita , suka ataupun tidak suka! Tetapi jika kita mencintai Allah SWT, maka kita telah menambatkan cinta kita pada Satu Zat Yang Kekal Yang Pengasih lagi Penyayang yang mana kita sesungguhnya tidak pernah berpisah denganNYA dan justru kita akan pergi meninggalkan dunia ini untuk menemuiNYA dan tinggal dalam Naungan Kasih Sayang-NYA Yang Abadi. Jika DIA membalas cinta kita dan mengasih sayangi kita, bukan hal yang sulit bagi Allah SWT itu untuk mengembalikan apa yang pernah kita miliki dan senangi atau sayangi didunia ini, “Inilah Air Kehidupan Kekal itu! “

    Dan Apa pendapat dan bagaimana keadaan kita jika kita kelak menemui-NYA dalam keadaan membenci, memusuhi dan sombong kepada-NYA? Atau siapa yang kuasa memberikan tubuh-tubuh yang baru bagi seluruh manusia setelah tubuh-tubuh yang lama itu telah menjadi tanah atau abu?

    Yah, harus kita akui babak belurnya kehidupan manusia sejak dahulu kala disebabkan tipis bahkan hilang kasih “amal shaleh” di jiwa-jiwa manusia, dimana hilang Kasih pasti disitu akan timbul serakah dan dengki sebagai sifat awal dari berbagai kejahatan di muka bumi ini, maka Kasihilah sesamamu sebagaimana kamu ingin dikasihi. Inilah pendapat yang umum Tetapi perlu saudara ingat Iman tidak bisa dipisah atau disamakan dengan kasih sebab bagaimana kita bisa mengasihi sesama jika sebelumnya kita tidak terlebih dahulu DiKasih sama Allah SWT, contoh konkrit Jikalau Allah SWT itu tidak kasih jantung kita berdenyut lagi, apa yang bisa kita “kasih” kepada sesama? Sebab itulah mengasihi sesama dengan menghilangkan “ Sumber Utama” yang menyebabkan “ada” yang untuk dikasih, Itu dihilangkan atau dikaburkan maka dengan demikian kita akan menjadi orang-orang yang tidak mengenal dan bersyukur kepada Allah Yang Suci dan Tinggi itu sebagai Penyebab Awal segala sesuatunya dan kita akan menjadi sombong dan menganggap bahwa kita bisa karena usaha kita, karena kehebatan kita dan lain-lain, lalu lupa dirilah kita, sebab kita telah melupakan Pencipta kita!

    Dan selanjutnya kita juga harus memahami bahwa Kasih itu jika tidak disertai Sayang maka kasih itu cenderung bersifat pamrih dan tidak ihklas, bahkan tak jarang mengharap balik lebih, maka ” Kasih sayangilah sesamamu karna Allah! Sebagaimana Allah SWT telah Mengasih Sayangimu! Contoh : matahari itu siapakah yang menciptakan? Jasad dan Otak kita agar bisa berpikir, hati untuk memahami, perasaan untuk bisa merasakan. Dan Bibit yang kita tanam untuk makanan itu siapakah yang menciptakan dan menumbuhkannya? udara yang kita hirup, air yang kita minum, binatang yang kita makan, ibu/bapa, istri/suami, anak-anak, dan jika kita disuruh menghitung niscaya kita pasti tidak mampu, dan milik siapakah semua itu? Allah itu Pengasih lagi Penyayang dan sebab Kasih Sayangnyalah kita semua ada, atau taukah kita dimana keberadaan kita ketika kita dalam keadaan tidur nyenyak atau pingsan”tidak sadar” ? bukan keberadaan kita dimuka bumi ini tidak kuasa terus menerus mengatur dan menjaga yang kita anggap milik atau dalam kekuasan kita tanpa tidur “Off” atau mati? lagi pula Allah SWT itu pulalah yang telah menyediakan berbagai fasilitas untuk mendukung baik kehidupan kita sekarang didunia ini dan setelah kita meninggalkan dunia ini, atau kepada siapakah kita akan kembali setelah mati nanti?

    Sedang iblis itu serakah dan pendengki kepada turunan Adam dan seluruh ajarannya berawal dari serakah, dengki, dendam! Dan seluruh kejahatan dimuka bumi ini berawal dari serakah dan dengki! dan pengikut-pengikut iblis ini akan kembali kepada iblis itu sebagai piaraannya atau anak-anaknya untuk bersama-sama ke neraka, sebab untuk merekalah neraka itu diciptakan oleh Allah SWT sebagai Keadilan dari-NYA, Sebagai tempat pembalasan yang setimpal dari keingkaran dan perbuatan-perbuatan jahat mereka. Jika tidak demikian untuk apakah Neraka itu diciptakan? Atau suruhlah mereka untuk tetap hidup dimuka bumi ini dan jangan mati jika memang mereka kuasa. Jika bisa mereka hidup selama-lamanya dimuka bumi berarti berita ini hanya rekayasa saja. Namun bagi orang-orang yang sadar, bertaubat lalu mengadakan perbaikan2 dan kebajikan-kebajikan yakinlah, Pasti mereka akan menemui sesungguhnya Allah itu Penerima taubat, Pengasih lagi Penyayang kepada hamba-hamba-NYA.

    Lalu, Kenapa harus mengikuti Akhlak dan cara-cara ibadah yang diajarkan nabi Muhammad SAW? Sebab Akhlak beliau itu adalah Benar dan jujur, amanah, tanggung jawab, menyampaikan, dan cerdas! lagipula seluruh ibadah yang diajarkannya adalah cara paling efektif, suci, langsung , dekat dan bebas dari perantara atau pengaruh pihak ketiga, Sebab siapakah manusia yang tidak ingin kenal dan dekat dan dapat berhubungan langsung dengan Penciptanya? Yang sebenarnya selama ini hanya DIA lah Satu-satunya yang Kuasa untuk setiap saat melihat, mendengar dan mengabulkan setiap doa semua ciptaan-NYA yang kita tidak akan pernah sanggup menghitung jumlah mahkluk-NYA.

    Lalu Kenapa harus bersyahadat Asyhadu An La Ilaha Illallah Wa Asyhadu Anna Muhammadar Rasululla = Aku Menjadi saksi Tidak ada Yang Kuasa Selain Allah dan menjadi saksi Muhammad adalah utusan Allah? Ini adalah Keimanan yang benar yang mengakui hanya Allah SWT lah“Pencipta, Pemilik dan Penguasa” Alam semesta dan segala-galanya ini tanpa sekutu” dan Muhammad SAW hanyalah seorang manusia dan hamba Allah yang diutus oleh Allah SWT.

    Lalu kenapa pula harus bershalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya? Sebab agar pengikutnya jangan sekali-sekali meminta dan berharap kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, sebagaimana yang terjadi kepada agama-agama sebelumnya mereka meminta pertolongan kepada Nabi-nabi, orang-orang yang dianggap suci atau memiliki kelebihan yang akhirnya tak jarang menyembah mereka! Shalawat ini hanyalah proteksi bagi pengikutnya, agar sejarah kebodohan manusia yang menyembah dan berharap-harap kepada manusia lain, mahkluk-makhluk atau benda-benda mati ,tidak terulang-ulang! Demi Kemulian manusia itu sendiri yaitu hanya Menyembah dan berharap kepada Pencipta ,Pemilik dan Yang Berkuasa atas jiwa raga manusia itu sendiri dan makhluk seluruhnya.

    Akhirnya segala urusan kembali kepada Allah sebab Hanya Allah lah Yang Paling mengetahui dan Yang menentukan segala-galanya. Sedangkan aku tidak mengetahui kecuali apa yang diberitahukan-NYA kepadaku sesuai kemampuanku!

    Pikirkanlah, Renungkanlah, bacaan ini dengan tanpa diiringi oleh rasa kebencian, dendam, serakah ataupun dengki!

    Oleh : Muhammad Dharma

    • pande juliana mengatakan:

      Maka Kembalilah ke jalan Dharma.. jalan kebenaran… Dari mana ia datang dan kembali…🙂 Janganlah dogma agama dijadikan tolak ukur kebenaran jika itu tidak sesuai dg logika dan kebenaran itu..🙂 Semoga tercerahkan…

  3. putu manik mengatakan:

    ini sangat bagus ,
    terima kasi atas post an nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebajikan & Kebenaran

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

Wahana08's Journey Weblog

mari berbuat untuk kebaikan

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

aryaoka blog

oka just oke...

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

%d blogger menyukai ini: