PERAYAAN HARI RAYA NYEPI “MULAT SARIRA DAN KESEIMBANGAN UNTUK MENCAPAI KEDAMAIAN”

Om Swastyastu,

Om Awighnam Astu Namo Sidham,

Om Sidhi Rastu Tat Astu Swaha, 

Nyepi merupakan Hari Raya Umat Hindu untuk memperingati perayaan Tahun Baru Saka. Bagi masyarakat Hindu Bali Nyepi identik dengan hari di mana kita tidak keluar rumah seharian,  hari di mana kita tidak melakukan pekerjaan apapun seharian, hari tanpa kebisingan, di mana malam harinya sepi dan gelap gulita karena tidak boleh menyalakan lampu, hari yang memberi kesempatan untuk “mulat sarira” (introspeksi/kembali ke jati diri) dengan merenung atau meditasi, hari dengan pelaksanaan Catur Brata Penyepian  atau malah ada juga yang mengidentikan dengan hari hemat energi.

Umat Sedharma yang berbahagia, tanggal 12 Maret lalu kita Umat Hindu telah melaksanakan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1935. Tapi apakah sebenarnya Hari Nyepi itu, bagaimana sejarahnya perayaan Nyepi bisa seperti saat ini? Apa tujuan dan makna dari pelaksanaan Hari Raya Nyepi? Bagaimana cara pelaksanaannya? Itulah berbagai pertanyaan yang ada di pikiran banyak orang. Maka dari itu, pada kesempatan ini saya akan mencoba berbagi pengetahuan dengan saudara-saudara yang saya peroleh dari berbagai sumber, semoga bermanfaat menambah pengetahuan kita tentang Hari Raya Nyepi.

Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Tumpek Landep

Pada hari suci Tumpek Landep di Bali kita akan melihat semua peralatan yang terbuat dari besi dan tembaga termasuk  senjata bedil, pistol, mobil dan sepeda motor yang lalu-lalang di jalan raya  diisi sesajen dan hiasan khusus dari janur yang disebut “ceniga”, “sampian gantung”, dan “tamiang”.

Kegiatan ritual menggunakan kelengkapan sarana banten, rangkaian janur kombinasi bunga dan buah-buahan dipersembahkan untuk berbagai jenis alat produksi dan aset dari bahan besi, tembaga dan emas. Upacara itu umumnya dilakukan di masing-masing rumah tangga dengan skala besar dan kecil sesuai kemampuan dari keluarga bersangkutan. Semua itu bermakna untuk memohon keselamatan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Pasupati.

Semua itu merupakan wujud puji syukur orang Bali ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena telah memberikan pengetahuan dan kemampuan merancang teknologi canggih, hingga tercipta benda-benda yang dapat mempermudah manusia dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi canggih harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang bersifat positif, sesuai dengan konsep hidup orang Bali yaitu “Tri Hita Karana”, hubungan yang harmonis dan serasi sesama umat manusia, lingkungan dan Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan ritual berkaitan dengan Tumpek Landep di masing-masing keluarga maupun perusahaan dan kantor berlangsung sejak pagi, sore hingga malam hari.  Baca pos ini lebih lanjut

Tumpek Landep Kearifan Lokal Umat Hindu Etnis Bali “Memanfaatkan Teknologi Untuk Kemanusiaan”

Oleh : Ni Kadek P. Noviasih

(Staf Bimas Hindu Kemenag R.I. Sulawesi Utara)

Pada hari ini, umat Hindu (khususnya etnis Bali) membuat sesajen khusus yang dipersembahkan kepada Sang Hyang Pasupati, Dewa penguasa dan pencipta pengetahuan tentang teknologi. Tradisi ini merupakan wujud kearifan lokal umat Hindu dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi yang semakin canggih dengan penguatan nilai-nilai humaniora, membangun nilai kemanusiaan sehingga terjamin keberlangsungan hidup semua mahluk di alam semesta ini.

Hari Tumpek Landep merupakan momentum umat Hindu untuk membersihkan atau merawat kendaraan kemudian dilanjutkan dengan menghaturkan sesaji di tempat suci dan kendaraannya masing-masing. Hal ini menjadi cukup istimewa bagi sebagian orang. Keistimewaan itu bisa dilihat dari kendaraan baik motor maupun mobil tampil beda dengan hari-hari biasa. Selain tampak lebih bersih, di bagian depan mobil diberi sesajen dan hiasan khusus terbuat dari rangkaian janur yang disebut ceniga, sampian gantung, tamiang dan kolem. Tak hanya kendaraan, bahkan hampir semua benda-benda teknologipun diberi suguhan sesajen atau bebanten dan dihias sedemikian rupa dengan kain warna-warni atau diisi berbagai bentuk reringgitan (hiasan terbuat dari janur). Baca pos ini lebih lanjut

Pemaknaan Hari Suci Saraswati

Oleh : Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Wijayananda, Giriya Kutuh, Kelurahan Kuta, Badung.

Ida Pandhita Mpu

OM, Swastyastu.
Saraswati adalah nama dari seorang Dewi, yang merupakan Sakti dari Bhatara Brahma. Dewi Saraswati diyakini oleh umat Hindu merupakan manifestasi Tuhan Yang Maha Esa dalam fungsinya sebagai Dewi-Nya ilmu pengetahuan. Di Bali, Beliau juga disebut dengan nama Sang Hyang Aji Saraswati sebagai Hyang-Hyanging Pangaweruh.

Dewi Saraswati diwujudkan sebagai sesosok Dewi yang amat cantik rupawan, bertangan empat masing-masing memegang Wina(rebab) , Pustaka (rontal), Genitri (tasbih/Japa mala), dan bunga teratai. Beliau dilukiskan sedang berdiri di atas seekor angsa, dan di sebelahnya ada burung merak. Oleh umat Hindu di India ,pemujaan terhadap Dewi Saraswati dilakukan dalam Murti Puja. Sedangkan di Bali dan di Indonesia pada umumnya, pemujaan terhadap Beliau dilakukan dalam bentuk rerainan atau hari raya. Baca pos ini lebih lanjut

Tumpek Wayang

Saniscara Kliwon wuku Wayang atau yang sering disebut dengan Tumpek Wayang adalah salah satu hari raya suci umat Hindu yang dirayakan setiap 6 bulan sekali. Menurut sistem perhitungan wuku, satu siklus lamanya 210 hari, karena tiap wuku lamanya 7 hari (Saptawara) dikalikan banyaknya wuku yang berjumlah 30 jenis. Satu bulan wuku lamanya 35 hari, dan setiap akhir bulan wuku itu disebut tumpek. Sehingga ada 6 jenis tumpek yaitu Tumpek Landep, Tumpek Pengarah, Tumpek Krulut, Tumpek Kuningan, Tumpek Kandang, dan Tumpek Wayang. Perhitungan Saptawara kemudian dikombinasikan pula dengan Pancawara (lima hari) dan setiap tumpek adalah jatuh pada Kliwon.

Pada hari ini (Tumpek Wayang) adalah Puja Walinya Sang Hyang Iswara. Hari ini umat Hindu di Bali menghaturkan upacara menuju keutamaan tuah pratima-pratima dan wayang, juga kepada semua macarn benda seni dan kesenian, tetabuhan, seperti: gong, gender, angklung, kentongan dan lain-lain.

Bebantennya yaitu : suci, peras, ajengan, sedah woh, canang raka, pesucian dengan perlengkapannya dan lauknya itik putih.

Upakara dihaturkan ke hadapan Sanghyang Iswara, dipuja di depan segala benda seni dan kesenian agar selamat dan beruntung dalam melakukan pertunjukan-pertunjukan, menarik dan menawan hati tiap-tiap penonton.

Untuk pecinta dan pelaku seni, upacara selamatan berupa persembahan bebanten: sesayut tumpeng guru, prayascita, penyeneng dan asap dupa harum, sambil memohon agar supaya mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dalam menciptakan majunya kesenian dan kesusastraan. (Babad Bali)

Tumpek Wayang adalah manifestasinya Dewa Iswara yang berfungsi untuk menerangi kegelapan, memberikan pencerahan ke hidupan di dunia serta mampu membangkitkan daya seni dan keindahan. Baca pos ini lebih lanjut

Tumpek Kandang – Kasih Sayang Pada Binatang

Perayaan Tumpek Kandang

Tumpek Uye disebut juga Tumpek Wewalungan/Oton Wewalungan atau Tumpek Kandang, yaitu hari selamatan binatang-binatang piaraan (binatang yang dikandangkan) atau binatang ternak (wewalungan).

Di dalam hari-hari suci agama Hindu di Bali terdapat enam jenis hari suci Tumpek, yaitu Tumpek Uye (Tumpek Kandang) yaitu upacara selamatan untuk binatang; Tumpek Bubuh atau Tumpek Wariga yakni upacara selamatan untuk tumbuh-tumbuhan; Tumpek Landep yakni selamatan untuk senjata (yang terkait dengan piranti yang tajam); Tumpek Kuningan, selamatan untuk gamelan; Tumpek Wayang selamatan untuk wayang; dan Tumpek Krulut selamatan untuk unggas. Umumnya upacara selamatan untuk unggas ini digabungkan pada hari Tumpak Uye. Baca pos ini lebih lanjut

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

WP SHOP COLLECTION

Belanja Murah Terjamin & Berkualitas, Disini Tempatnya!!!

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebajikan & Kebenaran

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

Different kind of Mahabharata

Another stories behind the epic

nakbaliblog

Jadilah Apa Yang Kita Suka, Bikinlah Apa Yang Kita Suka, Jalanilah Apa Yang Kita Suka

Artikel Ajaran Agama Hindu

Artikel Agama Hindu, Ajaran atau Pelajaran Tentang Agama Hindu