ASTA BRATHA (AJARAN KEPEMIMPINAN MENURUT HINDU) PART 2

A. PENGANTAR

Kepemimpinan adalah proses memimpin, memanage, mengatur, menggerakkan dan menjalankan suatu organisasi, lembaga, birokrasi, dan sebagainya. Kepemimpinan juga bermakna suatu values atau nilai yang sulit diukur karena berhubungan dengan  proses kejiwaan, hal ini berhubungan dengan kepemimpinan sebagai kewibawaan. Dalam kepemimpinan selalu ada pembagian kekuatan yang tidak seimbang antara pemimpin dengan yang dipimpin. Oleh karena itu seorang pemimpin harus memiliki sesuatu yang lebih daripada yang dipimpin, pemimpin adalah teladan, panutan, yang pantas dicontoh oleh anggotanya.

Hindu mengajarkan dalam Kautilya Arthasastra tentang tujuan proses kepemimpinan sebagai berikut. “apa yang membuat Raja senang  bukanlah kesejahteraan, tetapi yang membuat rakyat sejahtera itulah kesenangan seorang Raja”. Implikasi dari pernyataan ini bahwa tujuan dan makna kesuksesan sebuah proses kepemimpinan adalah apabila tercipta kesejahteraan bagi seluruh anggota organisasi, bahkan lebih luas adalah kebahagiaan dunia (sukanikang rat).

Sejarah kepemimpinan Hindu selalu menampilkan sosok seorang pemimpin sebagai keturunan dari Dewa. Hal ini menggambarkan bahwa seorang pemimpin selayaknya memiliki sifat-sifat kedewataan. Sifat-sifat kedewataan adalah menerangi (dev = sinar), melindungi (bhatara: pelindung), pemelihara (visnu: pemelihara). Oleh sebab itu tidak mengherankan jika para Raja terdahulu di Jawa misalnya, Sri Airlangga digambarkan sebagai perwujudan Wisnu yang menaiki burung Garuda (Garuda Wisnu Kencana). Garuda adalah simbol pembebasan, simbol kemerdekaan, bahwa seorang pemimpin harus dapat membebaskan rakyatnya dari segala ke-papa-an dan ke-duka-anWisnu adalah simbol pelindung, pemelihara Maha Agung, yang mampu melindungi seluruh rakyat dari segala ancaman dan gangguan, menciptakan rasa aman dan tenteram bagi masyarakat. Sementara itu, Kencana adalah simbol kewibawaan, kemegahan, kekayaan, inilah kelebihan yang harus dimiliki oleh seorang Raja, yaitu bala (kekuatan), kosa (kekayaan) dan wahana (fasilitas), jika seorang pemimpin tidak memiliki ini semua maka dia akan ditinggalkan oleh rakyatnya. Untuk itu dalam makalah singkat ini akan dibahas sifat-sifat dewa, Asta Brata yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sebagai etika kepemimpinan.

B. ASTA BRATHA

Kepemimpinan menurut Hindu sangat banyak dibahas dalam cerita-cerita Hindu salah satunya dalam Manawadharmasastra dijelaskan bahwa seorang pemimpin harus menanamkan delapan sifat dewa di dalam dirinya yang disebut Asta Brata. Di samping itu ajaran Asta Brata juga terdapat dalam Itihasa Ramayana, yaitu pelajaran Sri Rama kepada Wibhisana pasca kekalahan Alengka dalam perang Rama-Rahwana. Kedelapan sifat Dewa dapat dijelaskan sebagai berikut: Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

PEMIMPIN DAN KEPEMIMPINAN (AJARAN KEPEMIMPINAN MENURUT HINDU) PART 1

Ajaran kepemimpinan dalam setiap agama pasti ada, dimana seorang pemimpin agama diceritakan menjadi seorang raja yang arif dan bijaksana. Dalam hal ini cerita semacam ini dalam agama lain (maaf-non Hindu) lebih menegaskan bahwa dengan memeluk agama itu, maka raja/pemimpin tersebut akan sukses menjadi seorang pemimpin. Dengan tolak ukur pemahaman agama digunakan sebagai sarana/alat memicu sebuah konflik penaklukan atas sebuah wilayah. Hal tersut sangat miris, karena tujuan tertentu mengkambing hitamkan agama sebagai dasar. Namun, itu dulu pada zaman yang berbeda. Sekarang dalam perkembangan ke depan, mari kita bersama-sama menggunakan ajaran agama dengan bijak sebagai landasan budi pekerti dalam membangun masyarakat, bangsa dan negara. Menjalin hubungan baik dengan Tuhan; dengan Lingkungan; dan dengan masyarakat sebagai mahkluk sosial.

Dalam Hindu seorang pemimpin harus bisa mengamalkan Dharma Agama dan Dharma Negara dengan baik, dengan meniru sifat kepemimpinan sperti Rama Dewa, Dharma Wangsa/Yudhistira, Bhisma, Raja Haricandra dan di zaman sekarang seperti tokoh Mahatma Gandhi. Pemimpin yang baik dan bijaksana yang patut ditiru dan menjadi tauladan adalah pemimpin yang mampu menerapkan ajaran kepemimpinan dalam Asta Bratha. Namun, sebelum kita membahas tentang Asta Bratha, ada baiknya kita bahas sedikit tentang pemimpin dan kepemimpinan.

1. Pengertian Pemimpin

Pemimpin artinya orang yang memimpin suatu perkumpulan atau suatu organisasi guna untuk mencapai tujuan bersama. Dalam Organisasi ini pemimpin sebagai penggerak, pengatur dan sebagai kepala dalam suatu organisasi atau golongan yang disesuaikan dengan kondisi dan kepentingan kelompoknya masing-masing. Baca pos ini lebih lanjut

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

WP SHOP COLLECTION

Belanja Murah Terjamin & Berkualitas, Disini Tempatnya!!!

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

Different kind of Mahabharata

Another stories behind the epic

nakbaliblog

Jadilah Apa Yang Kita Suka, Bikinlah Apa Yang Kita Suka, Jalanilah Apa Yang Kita Suka

Artikel Ajaran Agama Hindu

Artikel Agama Hindu, Ajaran atau Pelajaran Tentang Agama Hindu

svaramahardika

Tiada Kebebasan Abadi Tanpa Adanya Aturan Yang Mengikat