Apa Yang Diburu Lubdaka Di Zaman Kali?

Umat Hindu kemarin telah merayakan Hari Suci Siwalatri (26/1/17), banyak yang menjalankan ritual Siwalatri dengan melakukan bratha/pantangan dan semedi/meditasi, mapuasa. Baik dengan berpuasa tidak makan, tidak bicara, tidak bekerja, tidak tidur atau begadang/majagra, atau bahkan melakukan tirtha yatra, dengan melakukan persembahyangan ke Pura Pura di sekitar tempat tinggal. Bahkan yang kreatif membuat kegiatan pesantian, dharmatula, dharmawacana, dharmawidya, dll. di Pura atau Pasraman masing-masing. 

Siwalatri, malam pemujaan Siwa. Datangnya setahun sekali berdasarkan perhitungan sasih/bulan tahun Saka, yaitu Purwaning Tilem Kapitu. Hari ini yang dipuja adalah Siwa. Tokoh utama Protagonisnya ADALAH …SIWA! Maha suci, pelebur mala, maha pengampun, maha pelindung, maha segala-galanya. Beliulah yang mereka buru. Sang Penekun Kebahagiaan utama moksartham jagadhita. 

Hari Suci Siwalatri sangat identik dengan Cerita Lubdaka, dan umat sedarma pastilah tidak asing lagi dengan cerita ini. Lubdaka adalah tokoh yang tidak pernah berbuat baik tapi mampu menuju SIWALOKA…! Teka-teki Empu Tanakung (Penulis cerita Lubdaka) baru terpecahkan, ternyata Lubdaka tidak pernah berbuat baik, seorang pemburu, dan tidak sadar dan tidak sengaja memuja SIWA di malam Siwalatri, dan diterima di SIWA LOKA. Betapa mulia dan maha pemurahnya dan sangat, sangat pemaafnya,  Dewa Siwa kepada para umatnya yang pernah melakukan dosa. Di sinilah pesannya, maka Pujalah dan Muliakan Beliau. Om Nama Siwaya. Sedikitpun tidak ada kata terlambat menuju ajaran SIWA. Karena Beliau akan menganugrahkan Jagra/kesadaran.

*

Di jaman Kaliyuga ini, siapakah Lubdaka sang pemburu itu? Dan apa yang diburu olehnya? Hingga harus melakukan tapa Siwalatri ini juga?

Lubdaka masa kini (wartamana Lubdhaka).

Lubdaka itu tiada lain dan bukan adalah kita sendiri. Ya, kita! Kita! Kita! Kitalah lubdaka itu. Di mana kita setiap hari melakukan perburuan. Lalu, perburuan masa kini itu apa?

Yg diburu: Kekuasaan, Uang/harta benda/kekayaan, Wanita/pria, Ilmu pengetahuan, Judi, Prestise diri (seperti agar dianggap suci, wisesa, ngiring, dsb. Itulah yang diburu manusia pada kaliyuga ini. Anda merasakan diri anda berburu salah satu dari itu? Atau bahkan semuanya? Ingat, berburu jangan sampai lupa diri/tersesat.

Setiap usaha, daya upaya yang kita lakukan untuk mencapai yang diinginkan itu tidak akan luput akan dosa. Besar atau kecilnya. Disengaja atau tidaknya, bukanlah ukuran. Dosa, tetaplah dosa. Oleh karenanya, Kita umat Hindu selalu merayakan hari Siwalatri setiap tahunnya, untuk mengingatkan kita atas segala kesalahan dan perbuatan yang telah berlalu setahun terakhir. Waktu untuk kita introspeksi diri, mulat sarira.  Waktu untuk melakukan bratha, memohon maaf dan berserah diri pada manifestasi Tuhan, yaitu Siwa. Agar kita menjadi manusia dengan kualitas diri yang lebih baik ke depannya. 

Om Nama SiwayaOm Nawa Siwaya

Om Nama SiwayaOm Nawa Siwaya

-pkj-

Memaknai Hari Suci Siwaratri

A. CERITA LUBDAKA

Siwalatri

Siwalatri

Dikisahkan bahwa Lubdaka adalah seorang pemburu binatang hutan yang memakan atau menjual daging hasil buruannya. Pekerjaannya itu dilakukannya setiap hari. Namun, suatu hari, nasibnya sedang apes. Di hari yang apes itu, Lubdaka tidak memperoleh seekor pun binatang untuk dimakan atau dijual. Hal yang lebih malang baginya, karena saking ingin mendapatkan binatang buruan, ia lupa waktu hingga hari sudah gelap. Kegelapan di hutan, membuat Lubdaka tidak bisa mencari jalan untuk pulang. Alhasil, ia pun memilih memutuskan untuk menginap saja di hutan. Untuk itu, ia mencari pohon yang besar untuk tempatnya tidur karena takut terhadap ancaman binatang buas yang akan memangsanya.

Kakinya membawa Lubdaka pada pohon Bila yang di bawahnya terdapat air telaga yang jernih, dengan sebuah pelinggih dan Lingga. Pelan-pelan tapi pasti, Lubdaka memanjat pohon Bila. Setelah mendapat posisi yang nyaman, Lubdaka bersandar, tapi berusaha tidak tertidur,  walaupun ia mengantuk. Pasalnya, jika ia sampai tertidur pulas, tentu ia bakal terjatuh dan akan menjadi makanan empuk para binatang buas. Didengarnya suara-suara binatang buas dan seisi hutan yang menakutkan. Untuk mengelabuhi rasa takutnya, maka Lubdaka memetik daun-daun pohon Bila dan menjatuhkannya ke bawah, sehingga mengenai Lingga yang ada di bawahnya. Lubdaka sendiri tidak menyadari bahwa malam itu adalah malam Siwalatri, di mana Dewa Siwa tengah melakukan yoga. Baca pos ini lebih lanjut

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

Dharmavada

Pembawa Pesan Kebajikan & Kebenaran

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

Wahana08's Journey Weblog

mari berbuat untuk kebaikan

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

aryaoka blog

oka just oke...

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian