TRADISI “MBED-MBEDAN” DI SEMATE

Warga Desa Adat Semate antusias melaksanakan tradisi mbed-mbedan.

Setiap Ngembak Geni, sehari setelah Hari Raya Nyepi, masyarakat dapat menyaksikan gelaran tradisi unik di Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi-Badung. Upacara/tradisi menarik itu dinamakan MbΓ©d-MbΓ©dan. Seperti yang diberitakan Bali Post,Β Tradisi warisan leluhur itu sempat vakum selama hampir 40 tahun, namun belakangan ini dibangkitkan kembali. Seperti apa tradisi tersebut?

RAJA PURANA MENYEBUTKAN

Mbed-mbedan tak terlepas dari keberadaan Desa Adat Semate. Dalam Raja Purana itu dikisahkan, Rsi Mpu Bantas melakukan perjalan suci ke sebuah hutan yang ditumbuhi kayu putih. Di situ beliau bertemu dengan sanak keturunan Mpu Gnijaya. Beliau sempat bertanya kepada warga, kenapa berada di wilayah hutan itu. Warga kemudian menjawab alasannya, karena tidak sependapat dengan tindakan raja. Karena hutan itu angker, Rsi Mpu Bantas menyarankan warga membuat tempat pemujaan agar selamat. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Tradisi “MAKOTEKAN” Menolak Bala

Menolak Bala dengan Upacara Makotekan

Warga Desa Munggu, Mengwi, Badung, memiliki tradisi unik untuk merayakan hari raya Kuningan. Kemarin mereka menggelar tradisi makotekan. Tradisi ini merupakan warisan leluhur dan warga selalu menggelar tradisi ini setiap enam bulan (210 hari) sekali, dipercaya tradisi ini sebagai penolak bala dan grubug. “Dan pernah suatu kali Mekotek tidak dilaksanakan muncul wabah penyakit misterius yang menyebabkan kematian warga secara beruntun”, ujar I Ketut Kormi, Bendesa Adat Desa Munggu.

Kormi juga mengatakan, bahwa tradisi makotek yang digelar setiap hari raya Kuningan itu merupakan tradisi untuk memperingati kemenangan Kerajaan Mengwi saat perang melawan Kerajaan Blambangan, Banyuwangi, zaman dulu. Tradisi ini disebut makotek lantaran berawal dari suara kayu-kayu yang saling bertabrakan ketika kayu-kayu tersebut disatukan menjadi bentuk gunung yang menyudut ke atas.

Kayu-kayu yang digabung menjadi satu itu kemudian menimbulkan bunyi, dan bunyinya “tek tek tek”, sehingga disebut makotek. Sebenarnya dulu tradisi ini bernama grebek yang artinya saling dorong. Pada zaman dulu, Mekotek dilakukan menggunakan tombak, tetapi karena berbahaya, tombak pun diganti dengan kayu jenis pulet yang banyak terdapat di desa. Mekotek yang biasa disebut perang kayu ini sebenarnya tak begitu sulit dilakukan. Baca pos ini lebih lanjut

Dasar Bali

Balinese culture, tradition, tourism and book

ST Kawula Wisuda Banjar Kulub Tampaksiring

Sekaa Teruna-Teruni Banjar adat Kulub. Tampaksiring, Gianyar-Bali.

WP SHOP COLLECTION

Belanja Murah Terjamin & Berkualitas, Disini Tempatnya!!!

desak14cemplok

Serasa hidup kembali

...blog nak belog...

...catatan harian seorang manusia biasa...

Nyoman Djinar Setiawina

Sakiti diri sendiri sebelum menyakiti orang lain. Pengenalan terhadap diri sendiri awal daripada pengembangan pengetahuan.

CORETAN

Luapan Pikiran Tertulis Dalam Kertas

Baliaga

menggali jati diri orang Bali

INDONESIA EX-MUSLIM FORUM

Telling the truth about Muhammad and Islam

Puisi dan Cerpen Bali

Kumpulan-kumpulan puisi dan cerpen bahasa Bali karya I Wayan Kertayasa

perskanaka

LPM KANAKA FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS UDAYANA

IMBASADI

Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Daerah se-Indonesia

FACETRICK's MP3 BALI

BANYAK CARA DENGAN TRICK

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

Media Kanak Dusun

Istiqomah Dalam Bekarya Menuju Kemandirian

Different kind of Mahabharata

Another stories behind the epic

nakbaliblog

Jadilah Apa Yang Kita Suka, Bikinlah Apa Yang Kita Suka, Jalanilah Apa Yang Kita Suka

Artikel Ajaran Agama Hindu

Artikel Agama Hindu, Ajaran atau Pelajaran Tentang Agama Hindu

svaramahardika

Tiada Kebebasan Abadi Tanpa Adanya Aturan Yang Mengikat